Mario Gomez Ingin Arema Bikin Sejarah Baru Lawan PSIS

Mario Gomez Ingin Arema Bikin Sejarah Baru Lawan PSIS
Mario Gomez (C) DANI KRISTIAN

Mario Gomez ingin Arema bikin sejarah baru di kandang PSIS Semarang pada pekan ketiga Liga 1 2020 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (14/3/2020) mendatang. Pelatih asal Argentina itu tak mau menyinggung kekalahan kelam timnya musim lalu.

Pada Liga 1 2019 lalu, skuad Singo Edan menderita kekalahan dengan skor telak 1-5 di kandang PSIS. Kekalahan itu menjadi kekalahan terbesar Arema di musim tersebut, sekaligus kekalahan terbesar atas PSIS.

Menurut Gomez, kini segalanya telah berubah. Bukan cuma Arema, PSIS pun sudah melakukan perubahan susunan pelatih dan pemain untuk berlaga di Liga 1 2020.

“Semua itu sejarah. Ini musim baru, pelatih baru, pemain baru, era baru. Kami ingin membuat sejarah baru, Arema ingin menang di mana pun, bukan cuma di kandang, tapi juga di luar kandang,” ungkap Gomez.

Mario Gomez Ingin Arema Lupakan Kekalahan Pekan Lalu

Arema bertandang ke Magelang dengan modal kekalahan 1-2 di kandang sendiri dari Persib Bandung pada pekan sebelumnya. Mario Gomez ingin Arema melupakan kekalahan tersebut dan fokus pada laga melawan PSIS Semarang.

Sementara, PSIS pekan lalu baru saja menuai kemenangan tandang penting. Mereka mengalahkan tuan rumah Persela Lamongan 3-2.

“Saya tahu PSIS punya hasil bagus di laga sebelumnya, tapi itu juga sudah lewat dan jadi masa lalu. Yang terpenting saat ini adalah laga yang ada di depan kami. Saya yakin PSIS ingin menang di kandang, kami pun ingin menang. Kami akan mencobanya,” imbuh eks pelatih Borneo FC ini.

Mario Gomez Menyiapkan Tim Semaksimal Mungkin

Mario Gomez sudah menyiapkan tim Arema semaksimal mungkin dalam sesi latihan sebelum berangkat ke Magelang, Kamis (12/3/2020) sore. Sejauh ini, hanya ada Dedik Setiawan, Utam Rusdiyana, dan Bagas Adi Nugroho yang harus absen karena menjalani pemulihan cedera.

“Persiapan kami bagus, kami sudah melupakan kekalahan di laga sebelumnya, itu masa lalu. Arema menatap laga selanjutnya dengan optimistis. Kekalahan menjadi pelajaran agar tim ini bisa berkembang,” tegasnya.