Pergantian Pelatih Arema Tinggal Menunggu Waktu

Pergantian pelatih Arema untuk melanjutkan perjuangan di Liga 1 2022-2023 tinggal menunggu waktu. Disebut-sebut ada friksi antara mereka yang masih percaya pada pelatih Eduardo Almeida dengan pihak yang setuju #AlmeidaOut.

Sebelumnya, Media Officer Arema, Sudarmaji menyebutkan proses evaluasi kinerja Almeida sebagai pelatih kepala terus berjalan. Desakan dari Aremania untuk mengganti pelatih menjadi salah satu bahan evaluasi.

Hanya saja, manajemen Arema tak bisa buru-buru mengambil keputusan, mengingat ada banyak pihak yang harus diajak berdiskusi. Kehati-hatian manajemen Arema ini juga berkaitan dengan adanya risiko dan konsekuensi yang harus ditanggung bersama atas segala keputusan tersebut.

“Kami di sini bicara timing, momentum. Sekali lagi banyak pihak yang harus berdiskusi itu terdiri dari beberapa pihak yang ingin pelatih ini diganti, dan ada pula pihak yang ingin pelatih ini diberi kesempatan,” kata Sudarmaji.

Pergantian Pelatih Arema Butuh Suara yang Bulat

Sudarmaji membeberkan alasan mengapa keputusan mengganti pelatih Arema itu tak bisa serta-merta dilakukan. Menurutnya, untuk memutuskan hal sekrusial itu butuh suara yang bulat di internal manajemen dan tim.

Salah satu pertimbangannya tentu durasi kontrak Almeida yang masih tersisa hingga tahun 2024 mendatang. Untuk hal ini, dijelaskannya, manajemen Arema sudah punya pertimbangan sendiri sebelum mengambil keputusan memperpanjang durasi kontrak Almeida selama dua musim.

“Saat ini bisa dikatakan belum bulat suaranya. Kami punya proses dan prosedur untuk membulatkan keputusan. Selama itu belum bulat, ya artinya pelatih ini masih dibutuhkan,” imbuhnya.

Pemain Arema Masih Percaya Eduardo Almeida

Sudarmaji menghormati keputusan Eduardo Almeida yang ogah mundur meski ada desakan dari Aremania. Sebab, pelatih asal Portugal itu beralasan bahwa para pemain Arema masih percaya kepadanya.

“Kalau Almeida bilang pemain Arema masih membutuhkan dia, itu juga menjadi salah satu pertimbangan kami. Tapi kami juga dihadapkan pada keputusan pelatih yang masih ingin menjalankan programnya secara profesional,” pungkasnya.