Pilih Arema, Mario Gomez Tegaskan Tak Trauma pada Aremania

Pilih Arema, Mario Gomez Tegaskan Tak Trauma pada Aremania
Mario Gomez (C) DANI KRISTIAN

Aremania menjadi salah satu alasan Mario Gomez memilih Arema sebagai pelatih kepala di musim 2020. Pelatih asal Argentina itu menegaskan tak trauma pada para pendukung setia Arema tersebut.

Memang, pelatih yang musim lalu menangani Borneo FC itu pernah punya pengalaman tak mengenakkan dengan Aremania. Mario pernah mendapatkan lemparan botol di Stadion Kanjuruhan Malang dari oknum Aremania

Kejadian itu berlangsung saat Mario datang bersama Persib Bandung, klub yang dilatihnya pada Liga 1 2018 dua tahun lalu. Usai laga berakhir 2-2, terjadi pitch invasion dari para pendukung Arema.

“Soal lemparan botol itu, saya sudah melupakannya. Tidak ada rasa trauma atau apa. Hal itu mungkin hanya dilakukan satu oknum suporter saja. Tapi, saya pikir pendidikan untuk suporter memang penting untuk dilakukan,” ungkap Mario.

Senang Bisa Bergabung dengan Arema

Mario Gomez mengaku senang akhirnya bisa kembali ke Malang dan menjadi bagian dari Arema. Pelatih 62 tahun itu pun yakin Aremania bisa menerimanya.

Sebelumnya, Mario mengaku sudah ada dua-tiga klub yang menjadi opsi dilatihnya di musim 2020. Namun, pelatih berambut putih itu akhirnya memilih Arema karena banyak hal yang menjadi pertimbangan.

“Saya senang bisa bekerja di Arema, ini tim penting di Indonesia, saya akan memberikan yang terbaik bersama staf kepelatihan. Selain sebagai tim besar, Arema juga punya suporter fanatik. Di sini ada banyak pemain lokal berkualitas, dan yang terpenting manjaemen Arema memberikan kewenangan kepada saya untuk menyusun komposisi tim,” imbuhnya.

Malang Juga Jadi Alasan

Selain karena Aremania, Mario Gomez punya alasan lain mengapa memilih Arema untuk dilatihnya di musim 2020 ini. Alasan itu adalah kecintaannya pada Malang.

“Saya senang dengan situasi dan kondisi di kota ini. Saya pikir iklimnya cocok untuk tempat latihan sepak bola. Yang terpenting adalah ketersediaan fasilitas lapangan latihan, karena ini penting juga bagi tim ini,” pungkas eks pelatih Johor Darul Ta’zim Malaysia itu.