Yuli Sumpil Punya Dua Momen yang Tak Bisa Dilupakan sebagai Aremania

Yuli Sumpil Punya Dua Momen yang Tak Bisa Dilupakan sebagai Aremania
Yuli Sumpil (C) DANI KRISTIAN

Yuli Sumpil punya banyak kenangan bersama Arema sejak menjadi Aremania di usia kelas 5 Sekolah Dasar. Setidaknya ada dua momen yang tak bisa dilupakannya.

Momen yang menurutnya paling berkesan sebagai Aremania itu ketika menangis karena luka dan menangis karena bangga. Menariknya, momen suka dan duka yang dialaminya itu sama-sama dialaminya di Pekanbaru, Riau.

Air matanya tak terbendung saat Arema terdegradasi ke kasta kedua usai menempati posisi 17 dari 20 klub di klasemen akhir Divisi Utama Liga Indonesia 2003. Meski menang 2-1 atas PSPS Pekanbaru pada laga terakhir (14/9/2003), perolehan 44 poin milik Arema masih kalah dari Persib Bandung (45 poin) di peringkat 16 (playoff).

“Saat Arema terdegradasi, makan tidak enak, ngapa-ngapain tidak enak. Mau keluar dari rumah pun ogah, malas kalau ditanyai soal Arema. Akhirnya saya memilih di dalam rumah saja,” kata Yuli dalam sebuah perbincangan dalam channel Youtube Dendi41Santoso.

Yuli Sumpil Punya Momen Bahagia sebagai Aremania

Sementara, momen yang tak terlupakan Yuli Sumpil sebagai Aremania adalah ketika menangis bangga karena Arema. Momen itu terjadi ketika Arema meraih juara Indonesia Super League (ISL) 2009-2010.

Lagi-lagi, laga penentuan itu terjadi di Pekanbaru, Riau. Pada pekan ke-33 (26/5/2010), Arema cuma butuh membawa pulang satu poin untuk juara. Sempat unggul lebih dahulu, Arema akhirnya bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah.

“Waktu itu pestanya di Jakarta di laga terakhir lawan Persija Jakarta (30/5/2010). Namun, air mata kebahagiaan tak bisa dibendung saat di Pekanbaru, sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan apa pun. Bagi kami para suporter, yang membuat bahagia adalah ketika Arema juara,” tegas pria yang bernama asli Yuli Sugianto itu.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.