Kurnia Meiga Ungkap Rahasia Jadi Pemain Terbaik ISL 2009-2010

Kurnia Meiga Ungkap Rahasia Jadi Pemain Terbaik ISL 2009-2010
Kurnia Meiga (C) DANI KRISTIAN

Kurnia Meiga ungkap rahasia membawa Arema juara sekaligus menjadi pemain terbaik Indonesia Super League (ISL) 2009-2010. Saat diumumkan oleh Badan Liga Indonesia (BLI) sebagai operator kompetisi, usianya masiih 20 tahun satu bulan.

Sebelum meraih prestasi tertinggi itu, Meiga mengawali kariernya di Arema pada musim 2008-2009, di usianya yang masih 18 tahun. Meiga mendapat kesempatan menjalani debut saat Arema menahan imbang PSMS Medan 0-0 di ISL 2008-2009 di Stadion Siliwangi Bandung (12/2/2009).

Mendapat perpanjangan kontrak, Meiga bersabar menjadi kiper pelapis, di bawah bayang-bayang kiper utama, Markus Horizon di ISL 2009-2010. Setelah Markus hengkang di paruh musim, barulah Meiga bermain reguler di tim inti.

“Rahasianya menjadi pemain terbaik yang pertama minta restu kedua orang tua. Selain itu mungkin dengan latihan lebih keras,” ungkap Meiga dalam channel YouTube Hanif Rendy Show, Senin (8/6/2020).

Kurnia Meiga Ungkap Rahasia Jadi Kiper Terbaik

Kurnia Meiga menegaskan jangan pernah minder jika ingin menjadi kiper terbaik di usia muda sepertinya. Menurutnya, sekarang ini pemain usia muda sering merasa canggung dengan pemain yang lebih senior.

Pemain yang menjaga gawang Arema hingga paruh musim Liga 1 2017 itu meminta pemain muda tetap respek pada senior di timnya di luar lapangan. Namun, begitu di dalam lapangan, status senior-junior itu harus digantikan oleh keprofesionalan sebagai pesepak bola.

“Saya pikir di dalam lapangan tidak ada senior-junior, semua sama. Kita pemain profesional, tapi di luar lapangan tetap hormat pada seniro,” imbuhnya.

Kurnia Meiga Tak Pernah Takut Lawan Siapa pun

Selain itu, Kurnia Meiga juga mengaku tak punya rasa takut melawan tim mana pun, karena semua lawan sama baginya. Meski demikian, di awal-awal karier profesionalnya sempat ada rasa minder.

“Awalnya juga sempat ada rasa minder, karena melawan pemain-pemain bintang, pemain senior juga. Kemudian, saya berpikir, demi klub yang saya bela harus tampil profesional. Rasa takut hanya akan membuat pemain tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya,” tegasnya.

---
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.