Umar Citrafisabilillah, Si Gundul Calon Penerus Johan Farizi

Umar Citrafisabilillah (C) DANI KRISTIAN

Jika terlihat sosok pemain gundul dalam sesi latihan Arema, dialah Umar Citrafisabilillah. Bek kiri Arema U-20 ini digadang-gadang menjadi calon penerus Johan Farizi kelak.

Umar diketahui bergabung dengan Akademi Arema di level usia U-14 pada tahun 2015 lalu, ketika umurnya masih kurang dari 14 tahun. Namun, pemain asli Kota Malang ini baru tampil dengan ciri khas kepala gundulnya sejak lulus SMA dua tahun lalu.

Pemain kelahiran 16 April 2001 itu memang mengidolakan Johan Ahmat Farizi, bek kiri Arema. Pemain yang juga jebolan Akademi Arema itu bahkan dijadikannya contoh dalam berkarier di posisi yang sama.

“Kalau pemain lokal, Mas Alfarizi (sapaan Farizi) yang saya jadikan contoh. Transisi bertahan dan menyerangnya bagus. Selain banyak membantu serangan, bahkan sampai cetak gol, dia juga disiplin menjaga lini pertahanannya,” kata Umar kepada WEAREMANIA.

Umar Citrafisabilillah Menemukan Jalan Menuju Tim Senior

Umar Citrafisabilillah menemukan jalan menuju ke tim senior Arema setelah mengikuti sesi latihan rutin. Pemain 19 tahun ini mengaku senang berkesempatan menimba ilmu bersama para pemain senior, termasuk idolanya, Johan Farizi.

Sempat mengikuti Elite Pro Academy 2019 bersama tim Arema U-18, Umar lantas mengikuti latihan tim senior sejak awal Agustus. Kesempatan itu datang padanya berkat rekomendasi tim pelatih Arema U-20.

“Awalnya dapat telepon dari pelatih Akademi Arema U-20, waktu itu yang telepon saya Coach Anis (Syah). Saya disuruh ikut latihan tim senior, ini sudah dapat satu bulan,” imbuh pemilik jersey bernomor punggung 97 ini.

Punya Tiga Kiat Khusus untuk Masuk Tim Senior

Seiring adanya wacana regulasi lanjutan Liga 1 2020 untuk para pemain U-20, maka peluang Umar ke tim senior semakin terbuka. Ada tiga kiat khusus darinya untuk bisa masuk tim senior Arema.

Pertama, Umar sebisa mungkin mendengarkan saran-saran dari para senior, seperti Taufik Hidayat yang kadang memberikan saran kalau ada kesalahan waktu latihan. Kebetulan posisi mereka sama, sehingga bisa dijadikan tambahan ilmu.

“Yang terpenting adalah giat berlatih dan dibarengi doa. Pesan orang tua saya, ‘usaha tanpa doa itu sombong, doa tanpa usaha itu omong kosong’,” tandasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.