7 Penyebab Turunnya Performa Arema di Akhir Musim Versi Manajemen Klub

Dari sisi non-teknis, turunnya performa Arema di akhir musim Liga 1 2021-2022 lalu menjadi perhatian tersendiri bagi manajemen klub. Setidaknya ada tujuh penyebab yang akhirnya ditemukan.

Media Officer Arema, Sudarmaji menyebut, pihak manajemen klub tak bisa mengevaluasi tim secara teknis. Sebab, hal itu yang menjadi ranah tim pelatih pimpinan Eduardo Almeida.

Manajemen klub tahu betul apa yang jadi penyebab secara teknis, baik dari sudut pandang mereka maupun yang dipaparkan Almeida dalam laporannya. Namun, yang bisa dilakukan manajemen klub hanyalah menyoroti dari segi non-teknis.

“Yang pertama digelarnya Seri 4 dan Seri 5 full di Pulau Bali (putaran kedua). Kami sebenarnya sudah berjuang mengajukan semacam lobi-lobi agar ada rotasi venue penyelenggaraan sistem bubble untuk Seri 5,” kata Sudarmaji kepada awak media.

Penyebab Lain Turunnya Performa Arema di Akhir Musim

Masih dari segi non-teknis, Sudarmaji menyinggung soal faktor psikis yang menyerang pemain gara-gara diberlakukannya sistem bubble. Meski hal ini bisa dialami oleh seluruh pemain klub peserta lainnya, bisa dibilang Bali United sebagai tuan rumah Seri 4 dan Seri 5 cenderung lebih beruntung.

Menurutnya, dengan dipusatkannya kompetisi di satu tempat, maka pemain berpotensi melawan kejenuhan. Apalagi, Seri 4 dan Seri 5 yang nyaris tanpa jeda waktu ideal digelar Januari sampai Maret.

“Selama hampir empat bulan kompetisi pemain jarang bertemu keluarga. Jadi, beban psikisnya berat. Belum lagi menghadapi stigma Covid-19. Ketika H-1 kita harus menunggu dengan khawatir hasilnya positif. Hasil itu juga bisa berpengaruh pada psikis pemain, dan berdampak pada performa tim di lapangan,” imbuhnya.

4 Penyebab Non-Teknis Terakhir

Selain tiga faktor penyebab di atas, masih ada empat penyebab lainnya yang remeh, tapi cukup berpengaruh ke performa tim. Sudarmaji menyinggung soal kesulitan Arema mencari lapangan untuk latihan selama di Bali.

“Bukan cuma kesulitan mencari lapangan latihan, ada hal lain seperti cuaca yang berpengaruh terhadap kesehatan pemain, hingga jadwal padat. Ada pula hal lain, seperti ruang ganti atau stadion yang tidak layak. Tapi yang ini kami tidak protes. Bagaimanapun kami ingin kompetisi segera selesai,” tandasnya.

Arema finish di peringkat 4 di klasemen akhir Liga 1 2021-2022. BACA: Pencapaian ini sesuai dengan target terakhir Presiden Klub Arema, Gilang Pramana saat peluang juara Arema melayang.

 

---
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.