Arema Berduka Kehilangan Mantan Asisten Pelatih di Era Galatama

Slamet Pramono
Slamet Pramono

Publik sepak bola Malang kembali berduka, kali ini tokoh sepakbola sekaligus asisten pelatih Arema di era Galatama, Slamet Pramono meninggal dunia di usia 75 tahun.

“Kami mendapatkan informasi kalau beliau meninggal dunia pada Sabtu malam ini pukul 19.30 WIB” ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji.

Slamet Pramono merupakan asisten pelatih Arema pertama setidaknya dia menjadi asisten pelatih di empat musim pertama Singo Edan di era Galatama.

“Kami sangat berduka atas meninggalnya beliau, apalagi beliau meninggalkan catatan penting bagi Arema di era Galatama” sambung Sudarmaji.

Selama berkarir sebagai pemain, posisi Slamet Pramono adalah seorang gelandang serang. Almarhum bahkan sempat membela Timnas Indonesia di kisaran tahun 1965-1976. Di level klub, Persema Malang dan Persebaya Surabaya juga pernah almarhum bela.

Kenangan Mantan Manajer

Mantan manajer Arema di era Galatama sekaligus tokoh pendiri, Ovan Tobing memiliki kenangan tersendiri terhadap sosok almarhum Slamet Pramono.

Sebagai asisten pelatih, kala itu Slamet Pramono juga menjadi peletak dasar karakter keras Arema.

“Sebagai asisten pelatih Arema, karakter berani dan kerasnya tetap ada, tertularkan ke pemain-pemain di era Galatama” ungkap Ovan Tobing.

Demikian juga semasa menjadi pemain, Ovan Tobing juga tahu persis jika Slamet Pramono merupakan tipikal pemain yang memiliki kemampuan eksekusi bola mati yang akurat.

“Sebagai pemain, tipikal pemain berani. Sebagai gelandang, umpannya terukur, enak buat kawan-kawannya. Eksekusi bola mati, amat titis” ungkapnya.

Tak hanya itu, kharisma Slamet Pramono diatas lapangan membuatnya disegani baik kawan maupun lawannya. “Dia selama menjadi pemain disegani kawan dan lawan” pungkas Ovan Tobing.