Berharap Mental Pemain Tak Terpengaruh Insiden Penyerangan Bus Arema

Eduardo Almeida berharap mental pemainnya tak terpengaruh insiden penyerangan bus Arema, Rabu (20/10/2021) malam. Apalagi, mereka bakal menghadapi Persiraja Banda Aceh di Liga 1 2021-2022, Sabtu (23/10/2021), pukul 18.15 WIB.

Sebelumnya, bus Arema yang diparkir di depan hotel tempat tim menginap selama menjalani Seri 2 di Yogyakarta diserang oknum suporter berbaju Persebaya Surabaya. Beruntungnya, Almeida bersama tim pelatih dan pemain tidak sedang berada di dalam bus tersebut.

Namun, kasus ini berakhir damai setelah pihak Persebaya meminta maaf dan diterima oleh manajemen Arema. Salah seorang pelaku yang ditangkap offisial Arema pun diserahkan ke pihak kepolisian untuk dibina.

“Saya berharap ini tidak berpengaruh pada tim kami, karena sepak bola adalah sepak bola, dan situasi yang terjadi itu hal di luar sepak bola,” kata Almeida.

Insiden Penyerangan Bus Arema di Luar Sepak Bola

Eduardo Almeida sebenarnya tak mau terlalu banyak berkomentar soal insiden penyerangan bus timnya. Yang diketahuinya, sesungguhnya insiden semacam itu berada di luar ranah sepak bola.

Sebagai pelaku sepak bola, pelatih asal Portugal itu pastinya sangat menyayangkan kejadian tersebut. Almeida dengan tegas meminta pemainnya untuk tetap fokus ke pertandingan tanpa terpengaruh hal-hal di luar sepak bola seperti itu.

“Soal bus kami, saya rasa itu adalah sesuatu yang ada di luar sepak bola. Jadi, saya lebih baik tidak banyak bicara tentang situasi ini. Saya cuma berpikir, ini tidak baik untuk sepak bola Indonesia, dan suporter harus mengubah kebiasaan (buruk) tersebut,” pungkas mantan pelatih Semen Padang itu.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.