Liga 1 2021 Pakai Format Baru, Arema Akan Beradaptasi

Tanpa Aremania, Kushedya Hari Yudo Mencari Sumber Motivasi Lain
Kushedya Hari Yudo (C) DANI KRISTIAN

Keputusan PSSI dalam Kongres Tahunan 2021, Sabtu (29/5/2021) yang menyatakan Liga 1 2021 pakai format baru dan tetap dengan degradasi direspons positif oleh Arema. Sebagai klub peserta kompetisi, Arema akan beradaptasi dengan format anyar tersebut.

Media Officer Arema, Sudarmaji yang turut menghadiri Kongres PSSI menyebut format komperisi akan berubah musim ini. Arema tentunya bakal mendukung perubahan yang dilakukan PSSI itu.

Rencananya, Liga 1 2021 akan menggunakan format buble to buble. Seluruh pertandingan dibagi menjadi enam seri yang akan dimainkan di tiga wilayah berbeda, yakni Jakarta dan Jawa Barat (seri 1 dan 4), Jawa Tengah dan Yogyakarta (seri 2 dan 5), dan Jawa Timur (seri 3 dan 6).

“Pertama tentu kita apresiasi ketua umum yang menyampaikan salah satu programnya, kompetisi Liga 1 ada promosi dan degradasi dan gelaran pertandingan buble to buble, akan ada enam seri yang akan dipusatkan di Pulau Jawa,” kata Sudarmaji.

Liga 1 2021 Pakai Format Baru, Banyak Hal yang Butuh Penyesuaian

Sudarmaji menambahkan, perubahan format kompetisi membuat klub harus segera beradaptasi, bukan cuma tim tapi juga manajemennya. Sebab, ada banyak hal yang butuh penyesuaian.

Penjelasan secara teknis tentang format kompetisi buble to buble dengan enam seri tersebut menurutnya akan dijelaskan secara rinci kemudian. PSSI akan melakukannya pada pertemuan antar manajer klub-klub Liga 1 yang akan digelar pada 3 Juni mendatang.

“Hal ini tentu saja berkaitan dengan beban klub untuk menjaga kelangsungan hidupnya, tentang adaptasi pada pola penyelenggaraan pertandingan yang bagi klub ini adalah sangat baru,” imbuhnya.

Keputusan Kongres PSSI Lainnya

Selain itu, dalam kongres, PSSI juga memutuskan kick off Liga 1 2021 dimulai 10 Juli, mundur dari rencana semula 3 Juli. Lalu, dibahas pula tentang subsidi untuk klub peserta.

“Kompetisi ini ada kemungkinan memang 10 Juli, tapi kita harus siap lakukan persiapan finansial, proteksi pemain dan yang penting kepatuhan terhadap regulasi protokol kesehatan,” pungkasnya.