Masih Sabar Menunggu Hadirnya Keadilan Bagi Korban Tragedi Kanjuruhan

Hadirnya keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan masih menjadi harapan Aremania, termasuk Devi Atthok. Bapak yang kehilangan dua putri dan mantan istrinya dalam peristiwa itu mengaku masih sabar menunggu keadilan yang diperjuangkan.

Devi sudah berupaya mencari keadilan dengan melakukan laporan model B terkait kasus Tragedi Kanjuruhan ini ke Polres Malang. Sebelumnya, Aremania asal Bululawang itu juga sudah mengajukan proses autopsi untuk jenazah kedua putrinya sebagai pelengkap penyidikan laporan model A yang dilakukan polisi.

Jalannya mencari keadilan sudah terbuka ketika kasus tragedi ini memasuki babak baru di meja hijau. Hanya saja, proses hukum itu membuatnya ragu keadilan bisa ditegakkan di negeri ini.

“Saya di sini sama teman-teman Aremania masih sabar menungu. Tapi, kalau nanti Malang ini sampai tidak baik-baik saja, ya jangan salahkan kami. Karena memang mereka yang menciptakan kondisi hukum seperti ini,” kata Devi.

Menguatkan Hati Untuk Memperjuangkan Keadilan Bagi Korban Tragedi Kanjuruhan

Devi Atthok saat ini hanya berusaha menguatkan hati agar tetap konsisten dalam memperjuangkan keadilan untuk keluarga para korban Tragedi Kanjuruhan. Harapannya saat ini orang-orang yang ada di sekitarnya terus menguatkan hatinya.

Sebagai keluarga korban, Devi selalu ditemani personel Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Kuasa hukumnya, Imam Hidayat juga terus mengawal kasus ini.

“Saya di sini masih punya Pak Imam (Hidayat) dan LPSK untuk menguatkan hati saya demi terus menguatkan saya memperjuangkan keadilan. Untuk dua anak saya dan mantan istri, juga khususnya untuk Aremania,” pungkasnya.