Sering Kehilangan Bola di Babak Kedua Jadi Penyakit Arema

Eduardo Almeida mengakui jika sejauh ini penyakit Arema adalah sering kehilangan bola di babak kedua. Pelatih Arema itu kembali melihat masalah yang sama di laga melawan Persik Kediri di Liga 1 2021-2022 Pekan 12, Jumat (19/11/2021) malam.

Meski sempat kebobolan lebih dulu oleh gol Youssef Ezzejjari di menit 30, Arema mampu menyamakan skor lewat eksekusi penalti Carlos Fortes tiga menit kemudian. Bahkan, sebelum turun minum, skuad Singo Edan bisa berbalik unggul 3-1 setelah Johan Farizi mencetak gol di menit 42, dan Feby Eka di menit 45.

Keperkasaan Arema di babak pertama ternyata tidak berlanjut di babak kedua. Gawang mereka kembali bisa dijebol oleh Ezzejjari di menit 75 lewat titik penalti sehingga skor menjadi 3-2.

“Kami tahu kami sering kehilangan bola di babak kedua, karena tim lawan melakukan pressing lebih banyak. Mereka ingin menciptakan gol tambahan, mencoba mencetak gol lebih banyak dari kami, sedangkan kami berusaha keluar dari tekanan. Mereka tampil fight untuk menang, itu yang terjadi,” kata Almeida.

Janjikan Cari Obat untuk Penyakit Arema

Eduardo Almeida menjanjikan bakal mencarikan ‘obat’ segera, agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Harapannya, skuad Singo Edan tak lagi mudah kehilangan bola pada babak kedua di laga-laga selanjutnya.

Tentunya, pelatih asal Portugal itu bakal mempersiapkan timnya sebaik mungkin dalam sesi latihan. Yang memungkinkan bisa menjadi kendala tentu singkatnya masa recovery antar pertandingan.

“Di lapangan, kita tidak bermain sendiri, tapi ada tim lawan. Mereka pasti tidak diam saja, mereka juga ingin menang. Karenanya, mereka melakukan pressing, dan kita sering kehilangan bola, terutama di babak kedua. Tapi, laga selanjutnya saya pikir akan berbeda, yakinlah,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.