Solusi Terakhir untuk Flare di Stadion Kanjuruhan, Hukum Adat Aremania yang Bicara

Panpel Arema punya solusi terakhir untuk flare di Stadion Kanjuruhan, saat melakoni laga kandang di Liga 1 2022-2023. Jika imbauan tak lagi diperhatikan, maka hukum adat Aremania yang akan berbicara.

Ketua Panpel Arema, Abdul Haris mengimbau Aremania tak lagi bermain flare di laga kandang melawan Persija Jakarta di Pekan 7, Minggu (28/8/2022), pukul 20.30 WIB. Pihaknya meminta mereka bisa menahan diri untuk tidak menyalakan flare, smoke bomb, kembang api, petasan, dan sejenisnya.

Menurutnya, Panpel Arema akan dengan senang hati jika Aremania menyalurkan kreativitasnya ke hal-hal lain selain flare dan kawan-kawannya. Haris bahkan siap memfasilitasi kreasi tersebut jika dibutuhkan.

“Selain imbauan ini, Panpel dan pengamanan akan memperketat pengamanan agar flare dan sejenisnya tidak bisa masuk ke area stadion. Tapi, kalau hal itu masih terjadi, dalam rapat koordinasi dengan Aremania sudah kita sepakati, solusi terakhirnya adalah hukum adat Aremania yang akan diterapkan,” kata Haris.

Soal Hukum Adat Aremania, Panpel Arema Tak Menjelaskan Lebih Detail

Abdul Haris tidak menjelaskan lebih detail soal hukum adat Aremania yang akan diterapkan secara tegas oleh Panpel Arema ini. Hanya saja, harapannya hal ini bisa membuat jera para pelaku yang menyebabkan Arema kena sanksi denda ratusan juta.

Secara teknis, Haris menambahkan, Panpel Arema akan menerjunkan pengamanan tertutup (Pantup) untuk mengawasi situasi di tribune stadion. Dalam hal ini, korwil-korwil dan komunitas Aremania juga dilibatkan secara pro-aktif.

“Kali ini kami akan mengambil langkah tegas. Siapa yang menyalakan flare dan sejenisnya akan kami tindak dengan hukum adat Aremania. Harapannya ini bisa membuat mereka jera,” imbuhnya.

Pelaku Penyalaan Flare Bukan Aremania

Abdul Haris dengan tegas menyebut pelaku penyalaan flare di tribune stadion itu bukanlah Aremania. Menurutnya, bisa jadi mereka hanyalah oknum yang mengatasnamakan diri sebagai Aremania.

“Gara-gara flare ini Arema harus membayar denda 170 juta rupiah ditambah 100 juta rupiah di kandang Bali United. Kalau ini terus berlanjut maka bisa saja ada sanksi laga tanpa penonton, bahkan laga usiran. Saya yakin kalau Aremania tak akan bertindak yang merugikan klub seperti itu,” tandasnya.

Laga Arema vs Persija Jakarta bukan cuma akan dihadiri Aremania. BACA: Dengan kuota 7000 tiket, Jakmania dipastikan bakal hadir berdampingan dengan Aremania di Stadion Kanjuruhan.