Tim Pelatih Arema Setuju Rapid Test untuk Mengawali Latihan

Tim Pelatih Arema Setuju Rapid Test untuk Mengawali Latihan
Vikrian Akbar (C) DANI KRISTIAN

Tim pelatih Arema setuju rapid test untuk menjalani sesi latihan 3 Agustus mendatang wajib dijalani komponen tim. Sementara ini, tinggal pelatih kepala Mario Gomez dan enam pemain Arema yang belum mengikuti rapid test yang digelar manajemen klub.

Pada rapid test tahap pertama (17/7/2020), tercatat ada 15 pelatih dan pemain yang mengikuti, sedangkan pada tahap kedua (28/7/2020) ada 11 orang lainnya. Selain Gomez, yang belum mengikuti rapid test, yaitu Oh In-kyun, Matias Malvino, Elias Alderete, Jonathan Bauman, Mariando Djonak, dan Gitra Furton akan menyusul.

Asisten Pelatih Arema, Charis Yulianto yang mengikuti rapid test tahap 2 menyambut baik adanya agenda ini. Menurutnya, rapid test ini untuk memenuhi salah satu persyarakat protokol kesehatan untuk latihan.

“Ini sesuai dengan apa yang dianjurkan pemerintah dan federasi (PSSI) juga. Semua tim wajib rapid test, ke depannya juga. Alhamdulillah semua lancar. Rapid test ini juga untuk mengawali agenda latihan, semua harus menjalani rapid test terlebih dahulu,” kata Charis.

Rapid Test untuk Pertama Kalinya bagi Charis Yulianto

Rapid test ini merupakan yang pertama dilakoni oleh Charis Yulianto. Meski demikian, pelatih asal Blitar itu mengaku tak grogi atau takut saat proses diambil darah pada lengannya.

Mantan pemain Arema era 2000-an itu memang sudah terbiasa dengan jarum suntik. Tak heran jika benda lancip nan tajam itu tak membuatnya bergetar sedikit pun ketika ditancapkan pada lengan kanannya oleh petugas medis.

“Ini rapid test pertama, perasaan saya biasa saja, karena sudah pernah diambil darah juga sebelumnya. Bahkan, (diambil darah) dari lutut juga pernah (saat cedera), saya pikir biasa saja,” tandasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.