Curhatan Jasmine Sefia Wayne Cahyono, Pemain Termuda Arema Putri

Curhatan Jasmine Sefia Wayne Cahyono, Pemain Termuda Arema Putri
Jasmine Sefia Wayne Cahyono (C) DANI KRISTIAN

Jasmine Sefia Wayne Cahyono menjadi pencetak gol kedua Arema Putri ke gawang Persebaya Putri saat menang 2-0 di Grup B Liga 1 Putri 2019. Pemain asli kelahiran Malang itu menjadi pemain termuda di tim Arema Putri saat ini.

Sosok Jasmine yang lahir 24 September 2005 itu selalu menjadi pilihan utama di dua laga awal Grup B. Meski secara usia kalah tua, terbukti tim pelatih Arema Putri menempatkannya di tim utama.

Sebagai pemain termuda, Jasmine mengaku sama sekali tak merasa minder berkumpul dengan para pemain yang lebih berpengalaman. Pemain yang akrab disapa Meme itu justru senang bisa satu tim dengan para seniornya.

“Saya senang, karena bisa mendapatkan pengalaman bermain bersama para pemain yang lebih banyak pengalaman dari saya. Tidak ada masalah soal adaptasi, karena rata-rata sudah saling mengenal sebelumnya, kami juga sering sharing saat kumpul bersama,” kata Jasmine kepada WEAREMANIA.

Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama dengan Sepak Bola

Papanya adalah sosok penting yang pertama kali mengenalkan Jasmine Sefia Wayne Cahyono kepada dunia sepak bola. Awalnya, Jasmine yang masih berusia lima tahun diajak sang Papa nonton dirinya bermain sepak bola di lapangan.

Bak jatuh cinta pada pandangan pertama, setelah melihat Papanya bermain sepak bola, Jasmine merasa itu olahraga yang seru dan menantang. Jasmine pun langsung bilang kepada Papanya ingin sekali bermain sepak bola.

Sempat ditanya yakin atau tidak oleh sang Papa, Jasmine pun memantapkan diri untuk menjadi atlet sepak bola wanita. Papanya kemudian mendaftarkan ke Sekolah Sepak Bola (SSB) Kanjuruhan pada saat duduk di bangku kelas 3 SD. Lalu, Jasmine pindah ke SSB Pande Mas, AMS, dan ARNERO sampai sebelum menerima tawaran bergabung Arema Putri.

“Kalau bagaimana proses bisa masuk Arema Putri saya tidak tahu, Papa yang lebih tahu. Tiba-tiba saja saya dapat undangan untuk ikut berlatih bersama tim ini. Tentu saya senang, karena bisa bikin bangga orang tua, sekolah, dan kota sendiri Kota Malang,” imbuhnya.

Andres Iniesta Jadi Panutan

Dalam bermain sepak bola, ternyata Jasmine Sefia Wayne Cahyono punya pemain idoa yang jadi panutan. Sosok legenda Barcelona dan Timnas Spanyol, Andres Iniesta diakuinya sebagai soso yang paling menginspirasi selain Papanya.

Terlebih, Jasmine dan Iniesta punya posisi yang sama, di lini tengah. Saat menang 2-0 dari Persebaya Putri, Jasmine dipasang sebagai gelandang, sedangkan saat kalah 0-1 dari Persipura Putri, siswi SMP Negeri 2 Batu ini menempati posisi lain sebagai penyerang. Bahkan, Jasmine mengaku juga bisa menempati posisi penyerang sayap.

Saat ditawari mengenakan nomor punggung 8 sama seperti Iniesta panutannya, Jasmine menolak. Pemain 14 tahun itu lebih suka memakai nomor punggung 12.

“Saya suka Iniesta karena punya skil bagus, saya bisa mencontoh skilnya saat melewati pemain lawan. Kalau nomer punggung saya tidak mau pakai nomor yang sama, biarlah saya pakai nomor punggung 12 saja, karena saya suka angka 12,” pungkas Jasmine.