Evaluasi Lewat WhatsApp Tak Jadi Kendala Bagi Kiper Arema Putri

Evaluasi Lewat WhatsAppa Tak Jadi Kendala Bagi Kiper Arema Putri
Windi Ayu (kuning) (C) DANI KRISTIAN

Selama bermain di Seri Ketiga Grup B Liga 1 Putri 2019 yang digelar di Biak Numfor, kinerja Windi Ayu Puspitasari hanya bisa dievaluasi sang pelatih kiper Arema Putri, Muslih Hadi melalui aplikasi WhatsApp. Namun, bagi kiper yang akrab disapa Ayu ini hal itu bukan kendala berarti.

Setiap usai bertanding bersama Arema Putri, Ayu diminta menceritakan ulang kejadian-kejadian di lapangan melalui WhatsApp kepada Muslih selaku pelatih kiper. Khususnya kejadian krusial di depan gawangnya, atau proses ketika gawang Ayu kebobolan.

Muslih memang tak bisa mendampingi tim ke Papua lantaran keterbatasan anggaran dan subsidi dari PSSI. Namun, Ayu, dan satu kiper lainnya, Laita Ro’ati Masykuroh tetap diawasi dari jauh melalui laporan via WhatsApp.

“Tidak adanya Coach Muslih saya pikir pasti berpengaruh, terutama dalam segi evaluasi. Biasanya pelatih kiper kalau mengevaluasi kami lebih spesifik. Tapi sejauh ini tidak ada kendala, meski hanya evaluasi lewat WhatsApp bersama Laita juga,” kata Ayu kepada WEAREMANIA.

Tetap Fight di Lapangan

Tak adanya pelatih kiper di tepi lapangan yang memantau saat Arema Putri bertanding tak jadi alasan bagi Ayu untuk bermain sekadarnya. Kiper asli Bareng, Kota Malang itu tetap tampil fight di lapangan.

Sayangnya, di dua laga awal Seri Ketiga, gawangnya selalu kebobolan, dan Arema Putri kalah dari Persipura Putri dan Persebaya Putri. Pada laga ketiga, Ayu baru bisa mencatatkan cleansheet ketika skuad Ongis Kodew mengalahkan PSM Putri 1-0.

“Ketika di lapangan, kiper sendiri yang mengambil keputusan, pelatih kiper nanti tinggal mengarahkan dan mengevaluasi lebih dan kurangnya. Jadi, saya tetap fight di lapangan, meskipun ada pelatih atau tidak, begitu pesan Coach Muslih,” tegas kiper yang pernah berguru di tim Banteng Muda Putri tersebut.