Aremania Suarakan Usut Tuntas Kasus Kanjuruhan Disaster 2 di Laga Piala Dunia 2022

Seorang Aremania bernama Harie Pandiono suarakan usut tuntas kasus Kanjuruhan Disaster 2 di laga Piala Dunia 2022. Aksi itu dilakukannya pada laga Swiss vs Kamerun, Kamis (24/11/2022) malam WIB.

Harie mengaku terbang dari tempat kerjanya di Kenya, Afrika, dan tiba di Qatar pada 22 November kemarin. Sementara, atribut kaos dan spanduk yang dibawanya dikirim langsung dari Malang.

Kaos dan spanduk yang dibawanya itulah media yang dipakainya untuk menyuarakan tuntutan keadilan untuk para korban Tragedi Kanjuruhan. Harie datang ke Stadion Al Janoub, Al Wakrah, Qatar sendirian.

“Apa yang saya lakukan ini mewakili suara seluruh korban, baik yang korban nyawa maupun yang luka-luka dan selamat. Semoga tetap semangat memperjuangkan keadilan,” kata Harie kepada WEAREMANIA.

Menurutnya, sebaian masyarakat sepak bola dunia sudah tahu mengenai Tragedi Kanjuruhan ini. Khususnya teman-temannya dari Amerika Latin yang paling memberikan dukungan.

“Sebagian besar pecinta sepak bola dunia, seperti dari Bangladesh, Srilangka, Jerman, UEA, Kostarika, Maroko, saya bertemu mereka reaksinya beda-beda,” imbuhnya.

“Yang fanatik sepak bolanya kental paham, dan mengutuk. Mereka memberikan support buat korban, dan berharap agar penambak (gas air matanya) diadili dan dihukum berat.”

Aremania Suarakan Usut Tuntas Kasus Kanjuruhan Disaster 2, Sempat Diamankan Petugas Keamanan

Harie yang sudah berada di dalam Stadion Al Janoub mengenakan kaos bertuliskan “GAS AIR MATA MATAMU C***KKK…!” sempat membentangkan spanduk kecilnya dengan tulisan “#USUTTUNTAS TRAGEDI KANJURUHAN”. Namun, usai tertangkap kamera, Harie pun diamankan petugas keamanan.

Menurutnya, petugas keamanan mencurigai spanduk yang dibawanya berisikan pesan yang berhubungan dengan LGBT yang dilarang FIFA. Selama kurang lebih 45 menit Harie ‘diajak ngopi’ oleh petugas pengaman pertandingan.

Sebenarnya, di tasnya masih ada satu lagi spanduk yang ukurannya lebih besar yang belum dibentangkannya. Spanduk itu bertuliskan “JUSTICE FOR KANJURUHAN” (Keadilan untuk Kanjuruhan).

“Tadi kaos saya juga mau disita, tapi saya pakai dua kaos, yang satu juga tulisannya “#USUTTUNTAS”,” sambungnya.

“Setelah 45 menitan saya dilepaskan, masih bisa berada di dalam stadion tapi diawasi ketat oleh petugas kemaanan stadion. Setelah ini saya akan mencoba lagi membentangkannya di luar stadion.”