Fokus

Evaluasi Putaran Pertama: Jarak 14 Poin Dengan Pemuncak Klasemen

Makan Konate mencoba melewati pemain Bali United (FOTO: Dani Kristian)

Arema FC secara resmi menyelesaikan putaran pertama Liga 1 2019 pada Sabtu (31/8) kemarin. Sayang, pada laga akhirnya tidak happy ending karena Singo Edan gagal mereguk poin penuh manakala bersua dengan PSIS Semarang. Hasil seri ini membuat Arema memiliki jarak 14 poin dengan pemuncak klasemen yang dipegang oleh Bali United.

Arema sebenarny masih menyisakan satu pertandingan lagi di putaran pertama melawan PSM Makassar. Namun, kemenangan Arema tidak akan berpengaruh banyak karena Bali United juga masih menyimpan satu pertandingan melawan Persipura.

Jika sama-sama memenangkan pertandingan maka jarak 14 poin tetap terbentang. Jika salah satu mengalami kekalahan maka jarak bisa tereduksi menjadi 12 atau melebar menjadi 17 poin.

Evaluasi Putaran Pertama

Jika melihat target yang dicanangkan oleh pelatih saat mempelajari jadwal pertandingan putaran pertama. Arema sebenarnya bisa lebih mendapatkan 26 poin ketika mengakhiri putaran pertama.

Kegagalan ini disebabkan beberapa laga yang seharusnya mendapatkan poin ternyata tidak mendapatkannya.

Sebagai juara Piala Presiden, asa Aremania meninggi manakala Arema dipertemukan dengan PSS Sleman. Saat bertandang ke kandang Stadion Maguwoharjo, Singo Edan menargetkan tiga poin.

Namun, serangan suporter Sleman kepada Aremania membuat permainan Arema menjadi terganggu. Imbasnya, usai bermain bermain imbang 1-1 di babak pertama, Arema kalah dengan skor 3-1.

“Kami tidak tenang karena banyak keluarga kami yang berada di tribun, situasi menjadi tidak enak. Kami lebih sering melihat tribun untuk memastikan keluarga dan suporter kami baik baik saja ketimbang memandang lawan di lapangan,” jelas Comvalius.

Laga lain yang harus dimenangkan namun gagal didapatkan adalah saat Arema bertanding melawan Kalteng Putra. Kedigdayaan Arema manakala melawan Kalteng di semi-final Piala Indonesia dengan skor 3-0 sama sekali tidak berbekas. Justru kemudian Singo Edan dihajar dengan skor 4-2.

“Kami kehilangan sejumlah pemain di pertahanan, perubahan yang sangat terasa dan kami kalah bukan karena lawan bermain bagus. Melainkan kesalahan yang kami buat sendiri,” tegas Milo Seslija.

Selain laga melawan PSIS yang seharusnya dimenangkan. Arema juga tumbang di kandang sendiri melawan PS Tira-Persikabo.

Laga melawan PS Tira harusnya bisa dimenangkan. Kini kegagalan memenangakan pertandingan kandang membuat Arema memiliki jarak 14 poin dengan Bali United. (FOTO: DANI KRISTIAN)

Berlaga di Stadion Gajayana Malang. Arema sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. PS Tira memang sempat mencuri gol lewat Osas Saha. Namun, Makan Konate mampu menyamakan kedudukan yang membuat permainan berubah untuk Singo Edan.

Tetapi asa mendapatkan poin penuh terkubur saat tembakan jarak jauh Louisse Essengue Parfait tidak mampu dicegah oleh Kurniawan Kartika Ajie.

Dari hasil-hasil tersebut, jika keempat laga itu dihitung untuk kemenangan Arema berdasarkan target yang diinginkan tim pelatih Arema sudah kehilangan 11 poin.

Di sisi lain, target untuk memenangkan pertandingan sebagai poin pengganti tidak pernah terwujud karena Arema kalah melawan Madura United, Borneo FC, dan Bali United.

Tentang Putaran Kedua

Menghadapi putaran kedua, Milo Seslija mengungkapkan jika jarak jauh dengan Bali United tidak mustahil untuk dikejar. Menurutnya semua kemungkinan masih terbuka untuk terjadi karena Liga masih menyisakan 18 pertandingan untuk Singo Edan.

“Kemungkinan untuk menjadi juara bakal terbuka, kami banyak kehilangan poin karena melakukan kesalahan sendiri atau mungkin banyak pemain terbaik kami yang absen. Tetapi putaran kedua kami yakin kami akan tampil lebih kuat karena sejumlah pemain sudah kembali,” tegas Milo.

Hanya saja, Milo sedikit meredam harapan publik soal target juara yang diinginkan. Karena menurut Milo, musim ini Arema hanya menargetkan tiga besar.

“Target kami adalah tiga besar, kalaupun nanti menjadi juara ya itu adalah sesuatu yang harus dirayakan,” tegasnya.

Di putaran kedua, Arema bakal menghadapi laga-laga berat di kandang lawan. Persib, Persipura, Persebaya, PSM dan Bhayangkara FC sudah menunggu di rumahnya. Jika laga-laga itu Arema mendapatkan poin maksimal, bukan tidak mungkin harapan juara akan terwujud.

Tatapi bisakah itu terjadi?

Exit mobile version