Mengenang Tujuh Gol Cristian Gonzales ke Gawang Arema

Mengenang Tujuh Gol Cristian Gonzales ke Gawang Arema
Mengenang Tujuh Gol Cristian Gonzales ke Gawang Arema

Cristian Gonzales bukan cuma menjadi legenda Arema, namun juga legenda sepak bola Indonesia. Ternyata, tujuh dari total torehan penyerang gaek itu dilesakkannya ke gawang Arema.

Sebelum ke Arema, pemain berjuluk El Loco itu membela empat klub berbeda sepanjang kariernya di Indonesia. Tercatat ada PSM Makassar, Persik Kediri, Persib Bandung dan Persisam Samarinda.

Di PSM Makassar yang menjadi klub pertamanya sejak 2003 silam, El Loco mengoleksi total 32 gol dari 56 penampilannya. Gelar pencetak gol terbanyak pun sempat diraihnya di musim perdananya di Liga Indonesia 2003.

Kejayaan Gonzales sejatinya diraih di Kediri bersama Persik kala mempersembahkan total 124 gol. Gelar juara Liga Indonesia 2006-2007, top skor Ligina 2005-2006, 2006-2007, 2007-2008, top skor Piala Gubernur Jatim 2008 adalah pembuktian sang bomber.

Kesuburan penyerang 39 tahun itu berlanjut kala dikontrak 2,5 musim oleh Persib pada 2009-2011 dengan 58 golnya. 28 gol di antaranya mengantarkannya kembali meraih gelar top skor Ligina keempatnya di musim 2008-2009.

Meski tak sebanyak musim-musim sebelumnya, kala teken kontrak dengan Persisam Samarinda di musim 2011-2012, Gonzales tetap produktif. Dalam 32 pertandingan, gawang lawan sukses dibobolnya 18 kali.

Lalu seperti apa tujuh gol Cristian Gonzales ke gawang Arema? Berikut ini ulasannya.

1. PSM di Ligina 2003 (Putaran I)

Gol perdana Cristian Gonzales ke gawang Arema dicetaknya di Liga Bank Mandiri Indonesia 2003 (22/1). Di musim perdananya di Ligina itu, Gonzales sukses mempersembahkan kemenangan 2-0 bagi timnya, PSM Makassar atas Arema di Stadion Mattoangin.

Gonzales yang kala itu berusia 28 tahun, membuka keunggulan PSM dengan golnya di menit 29′. Kompatriotnya Oscar Aravena kemudian menggandakan keunggulan tim Juku Eja menjadi 2-0 semenit jelang turun minum.

2. PSM di Ligina 2003 (Putaran II)

Bertekad membalas kekalahan 0-2 di putaran pertama Liga Bank Mandiri Indonesia 2003, Arema tampil ngotot di putaran kedua yang dihelat di Stadion Gajayana Malang (22/5). Namun lagi-lagi skuat Singo Edan harus kembali gigit jari oleh ulah Gonzales.

Sorak Aremania seisi stadion pecah kala Arema mampu unggul dulu di menit 11′ lewat gol Rodrigo Araya. Namun gol pemain asal Chile itu menjadi sia-sia setelah Gonzales menyamakan kedudukan di menit 59′. Skor sama kuat 1-1 bertahan hingga laga bubar.

3. Persik di Ligina 2005 (Babak 8 Besar)

Gonzales kembali menghukum lengahnya pertahanan Arema di Babak 8 Besar Liga Djarum Indonesia 2005. Kala itu Arema yang lolos sebagai runner-up wilayah barat harus bertarung di Grup Timur yang berisi Persipura Jayapura (juara wilayah timur), Persik Kediri (peringkat 3 wilayah timur), dan PSMS Medan (peringkat 4 wilayah barat).

Di laga ketiga (21/9), Arema yang masih mengoleksi satu poin dari hasil imbang dengan PSMS harus menghadapi klub yang dibela Gonzales, Persik Kediri yang kalah dari Persipura dan PSMS di dua laga sebelumnya. Laga pamungkas tersebut tak berpengaruh lagi di klasemen akhir Grup Timur, kecuali faktor gengsi derby Jawa Timur.

Gol Bertha Yuana dan Gonzales memaksa Arema kalah dua gol tanpa balas dalam derby panas yang dihelat di Stadion Mandala Jayapura itu. Alhasil, kekalahan kedua itu menempatkan Arema di dasar klasemen Grup Timur dengan raihan satu poin dan sama sekali tak mencetak sebiji gol pun.

4. Persik di Super Copa Indonesia 2007

Arema kembali bertemu dengan Gonzales, yang masih mengenakan jersey ungu Persik Kediri di ajang Super Copa Indonesia 2007. Dalam ajang ini Arema sebagai juara Copa Indonesia 2006 menantang Persik selaku juara Liga Indonesia 2006 (13/5).

Laga yang dimainkan di Gelora Delta Sidoarjo itu dipimpin oleh wasit Jimmy Napitupulu. Wasit berlisensi FIFA itu harus berkali-kali mencabut kartu kuning untuk Alex Pulalo, Bruno Casimir, dan Rasmoyo dari Arema dan untuk Zaenuri, Gonzales, dan Ronald Fagundes dari Persik.

Khusnul Yuli membuka skor 1-0 untuk keunggulan Persik di menit kelima sebelum disamakan oleh Patricio Morales tiga menit jelang turun minum. Gonzales akhhirnya menjadi penentu kemenangan Macan Putih 2-1 dengan golnya di menit 60′ sekaligus membawa pulang trofi juara Super Copa Indonesia ke Kediri.

5. Persib di ISL 2008-2009

Kutukan gol Gonzales ke gawang Arema berlanjut di Indonesia Super League 2008-2009 kala si pemain datang ke Stadion Kanjuruhan Malang bersama klub barunya, Persib Bandung. Arema yang kalah 1-2 di pertemuan pertama di Bandung bertekad bangkit saat menjamu Gonzales dkk (9/5).

Alih-alih mencetak gol, skuat asuhan Gusnul Yakin justru kebobolan dulu lewat aksi Hilton Moreira 11 menit setelah kick off babak pertama dimulai. Gol Gonzales di menit 62′ mengubah papan skor menjadi 0-2 dan memaksa skuat Singo Edan menelan kekalahan kandang kelimanya musim itu.

6. Persib di ISL 2009-2010

Skuat juara Arema di Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 juga pernah ditaklukkan oleh gol Gonzales. Tepatnya di putaran kedua kala skuat asuhan Robert Rene Albert harus bertandang ke Stadion Si Jalak Harupat Bandung, markas Persib (14/3).

Hasil 0-0 di pertemuan pertama kedua tim di Stadion Kanjuruhan Malang yang sempat dihelat tanpa penonton memotivasi Arema untuk mencuri poin penuh di Bandung. Namun hasilnya, malah El Loco yang menjadi penentu kemenangan Maung Bandung atas Arema dengan golnya di menit 63′.

7. Persisam di ISL 2011-2012

Arema yang butuh poin untuk mendongkrak posisi di dasar klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) 2011-2012 kembali menelan pil pahit. Pelakunya tak lain, tak bukan, dan masih saja sosok Gonzales, yang kali ini berganti kostum oranye ala Persisam Putra Samarinda.

Bermain di Stadion Segiri Samarinda (1/2) Arema yang dimotori Marcio Souza mencoba menyerang, namun justru mantan pemainnya, Yongki Aribowo sukses mencetak gol pembuka di menit 30′. Gol Gonzales lima menit berselang yang memastikan kemenangan 2-0 Persisam makin menenggelamkan Arema di dasar klasemen.

Selamat ulang tahun Cristian Gonzales. Aremania masih merindukan bomber haus gol sepertinya.