Arema Kehilangan Dua Striker Andalan, Arthur Cunha Siap Jadi Striker

Arema Kehilangan Dua Striker Andalan, Arthur Cunha Siap Jadi Striker
Arthur Cunha Siap Jadi Striker (C) DANI KRISTIAN

Lini depan Arema kehilangan dua striker andalan, Dedik Setiawan dan Sylvano Comvalius di sisa pertandingan di Liga 1 2019. Stopper Arema, Arthur Cunha mengaku siap jadi striker.

Dedik harus menepi hingga akhir musim lantaran cedera lutut yang kembali kambuh. Penyerang asli Dampit, Kabupaten Malang itu harus istirahat selama enam hingga sembilan bulan usai menjalani operasi ACL, Kamis (7/11/2019).

Sementara Comvalius hingga saat ini tengah berada di Belanda. Penyerang 32 tahun itu menjalani perawatan cedera hamstring dan penyakit sinusitisnya, dan belum diketahui kapan pulih.

“Posisi asli saya sebagai stopper, tapi kalau tim membutuhkan, saya juga bisa pindah posisi. Kalau untuk bantu tim Arema saya bisa bermain di posisi mana pun, termasuk menjadi striker,” ungkap Arthur.

Ternyata Arthur Cunha Pernah Jadi Striker

Tak banyak yang mengetahui jika Arthur Cunha ternyata pernah menjadi seorang striker. Tak heran jika pemain asal Brasil itu siap menempati posisi tersebut jika dibutuhkan Arema.

Sekadar untuk diketahui, Arthur pernah berpetualang menjalani trial di tim Akademi U-17 Manchester United pada tahun 2007. Saat itu, kabarnya pemain 29 tahun itu sudah lolos seleksi untuk bermain di Inggris, namun gagal mendapatkan surat izin bekerja di sana.

“Sebelum ke Manchester, saya pernah menjadi striker. Saya striker andalan tim akademi, kalau tidak salah pada saat saya berusia delapan sampai 10 tahun,” kenangnya.

Punya Modal Bagus Menjadi Striker

Arthur Cunha punya modal bagus menjadi striker jika memang Arema membutuhkan. Setidaknya, pemilik jersey bernomor punggung 44 itu bisa memanfaatkan tinggi badannya yang menjulang hingga 186 cm tersebut.

Sepanjang tiga musim memperkuat Arema, Arthur sudah melesakkan empat gol di kompetisi resmi. Untuk Liga 1 2019 ini saja, koleksi golnya sudah dua gol, ditambah tiga assist.