Arema Nilai Peta Persaingan Liga 1 2020 Bisa Berubah

Arema Nilai Peta Persaingan Liga 1 2020 Bisa Berubah
Johan Farizi dalam sesi latihan Arema (C) DANI KRISTIAN

Manajemen Arema nilai peta persaingan Liga 1 2020 yang akan bergulir kembali pada 1 Oktober mendatang bisa berubah. Pasalnya, tak sedikit tim yang kehilangan pemain asingnya, termasuk Arema sendiri.

Sebelumnya, Arema baru menghadapi tiga tim, PS TIRA-Persikabo (menang), Persib Bandung (kalah), dan PSIS Semarang (kalah). Setelah itu, kompetisi vakum selama enam bulan karena pandemi covid-19.

General Manager Arema, Ruddy Widodo menilai segala sesuatunya masih bisa berubah, termasuk kekuatan klub-klub peserta kompetisi ini. Dicontohkannya Arema yang kehilangan pelatih kepala Mario Gomez, pelatih fisik Marcos Gonzalez, serta dua pemain asingnya, Jonathan Bauman dan Oh In-kyun.

“Kalau kompetisi kemarin tidak terjeda, mungkin Persib lebih diunggulkan, karena kita saja kalah di kandang. Kalau sekarang peta persaingan pasti berubah, karena banyak tim yang kekuatannya berkurang. Saya juga tidak tahu apa Persib juga berkurang kekuatannya atau tidak. Kalau masih utuh berarti mereka tetap salah satu yang diunggulkan,” ungkap Ruddy kepada WEAREMANIA.

Peta Persaingan Liga 1 2020 Masih Didominasi Tim Tradisional

Ruddy Widodo juga menyebut peta persaingan kompetisi musim ini juga masih didominasi tim tradisional. Artinya, tim yang punya tradisi juara seperti Persipura Jayapura masih bakal menjadi pesaing Arema dalam memperebutkan gelar juara Liga 1 2020.

Manajer berkaca mata itu terang-terangan mengagumi kultur sepak bola di Persipura. Ruddy pun tak habis pikir, dengan persiapan menghadapi kompetisi yang bisa dibilang minimalis, bahkan kadang telat panas di awal, mereka nyatanya tetap bisa menembus papan atas di klasemen akhir.

“Kalau suasana timnya bagus pasti jadi. Meski kehilangan pemain asing juga, mereka tetap jadi salah satu tim dengan tradisi juara yang menjadi pesaing kami. Bukan saya meremehkan klub lain, tapi Persipura itu passionnya sepak bola jadi agama kedua,” pungkasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.