Bagaimana Bisa Banyak Peluang Arema Terbuang Sia-sia Lawan PSIS Semarang?

Semua Aremania pasti terheran-heran bagaimana bisa banyak peluang Arema terbuang sia-sia saat bermain 0-0 dengan PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 1 2021-2022 Pekan 4, Sabtu (25/9/2021). Hal yang sama dirasakan oleh pelatih Arema, Eduardo Almeida.

Kalau melihat data statistik pertandingan, sejatinya Arema menciptakan banyak peluang sekalgus paling banyak menguasai bola dengan 58 persen, sedangkan PSIS cuma 42 persen. Ada delapan tembakan yang dilepaskan pemain Arema, tetapi hanya satu saja yang mengarah ke gawang PSIS.

Dedik Setiawan menjadi pemain yang paling banyak mendapatkan peluang. Satu tendangan menjadi on target, sedangkan sisanya melenceng dari gawang yang dijaga kiper Jandia Eka Putra dan sempat digantikan Joko Ribowo.

“Sulit untuk dijelaskan, dalam sebuah pertandingan sepak bola, menciptakan peluang merupakan bagian paling sulit dari proses mencetak gol. Kita bisa membuatnya (peluang), bukan cuma di pertandingan ini saja, tapi juga di pertandingan-pertandingan sebelumnya,”

Faktor Penyebab Banyak Peluang Arema Terbuang Sia-sia

Eduardo Almeida menyebut, ada banyak faktor yang menyebabkan kegagalan Arema mencetak gol ke gawang PSIS Semarang meski ada banyak kesempatan tercipta. Salah satu faktor menurutnya bisa datang dari si pemain sendiri yang mendapatkan peluang tersebut.

Pelatih asal Portugal itu mencontohkan, ketika ada seorang pemain membawa bola di depan gawang dan punya satu kesempatan, keputusan harus segera diambilnya. Mau mengumpan pada teman atau langsung menembak ke gawang lawan, harus segera diputuskan segera sebelum bola direbut pemain lawan.

“Sentuhan pemain terakhir adalah faktor penentu (peluang itu mejadi gol atau tidak), bagaimana si pemain mengambil keputusan. Kadang, salah ambil keputusan bisa hilang kesempatan itu,” imbuh pelatih berusia 43 tahun tersebut.

Sudah Mengasah Finishing dalam Sesi Latihan

Eduardo Almeida masih terheran-heran mengapa ketajaman finishing touch yang sudah diasahnya dalam sesi latihan tak tampak dalam laga sesungguhnya. Banyaknya tembakan yang melenceng menjadi satu bukti tersendiri.

“Tentu saja kita sudah melatihkan hal ini sebelumnya. Padahal dalam sesi latihan tampak begitu mudah (mencetak gol). Tapi, saat di pertandingan sesungguhnya entah mengapa sulit sekali memasukkan bola ke jaring gawang,” pungkasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.