Dua Pemain Arema Diduga Reaktif Usai Jalani Rapid Test

Dua Pemain Arema Diduga Reaktif Usai Jalani Rapid Test
Skuad Arema (C) DANI KRISTIAN

Dua pemain Arema di Liga 1 2020 diduga reaktif usai menjalani rapid test. Menurut informasi, keduanya sempat menjalani test tersebut beberapa waktu lalu.

Kabarnya, bersama dua pemain itu ada seorang pelatih pula yang ikut menjalani test atas dasar inisiatif pribadi. Menurut sebuah sumber, hasil test tersebut akan mereka pakai untuk melengkapi dokumen untuk bepergian ke tempat lain. Ternyata, hasil rapid test itu menyatakan dua pemain Arema reaktif, sedangkan si pelatih nonreaktif.

Menindaklanjuti hasil test ini, kedua pemain bakal melakoni swab test. Tes ini untuk memastikan apakah munculnya antibodi yang memicu hasil reaktif pada rapid test itu adalah dampak dari adanya covid-19 di dalam tubuh mereka.

Sejauh ini, manajemen Arema belum menanggapi adanya kabar tersebut. Mereka memilih diam, meski ada kabar lanjutan bahwa dua pemain Arema itu akan menjalani swab test awal pekan depan.

“Saat ini kami tidak mau berkomentar. Sebaiknya kita tunggu saja kepastiannya seperti apa,” kata seorang sumber internal Arema yang tak mau namanya disebutkan.

Reaktif Belum Tentu Positif Covid-19

Berdasarkan para ahli, seseorang yang reaktif usai menjalani rapid test belum tentu menyatakan dirinya positif covid-19. Rapid test hanyalah sebuah test untuk mencari tahu adanya antibodi di tubuh manusia.

Secara harfiyah, antibodi adalah sebuah respons dari tubuh untuk mempertahankan diri dari infeksi. Selain virus, terbentuknya antibodi ini juga bisa dipicu oleh adanya bakteri dan zat beracun.

Sejauh ini, untuk mendapatkan hasil yang paling akurat untuk mengetahui apakah seseorang positif covid-19 atau tidak adalah swab test. Teknis tes ini dengan cara mengambil sampel lendir dari dalam hidung maupun tenggorokan.

Kemudian, sampel tersebut dianalisis dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Sampel lendir itu diperiksa untuk mencari ada atau tidaknya material genetik virus covid-19.