General Manager Arema Galau Hadapi Bulan Juli, Kenapa?

General Manager Arema Galau Hadapi Bulan Juli, Kenapa?
General Manager Arema Ruddy Widodo (C) AKAIBARA

Ruddy Widodo selaku General Manager Arema galau menghadapi bulan Juli mendatang. Sebab, manajemen klub dihadapkan pada persoalan prosentase gaji yang harus dibayarkan kepada pelatih dan pemainnya.

Sebelumnya, surat keputusan PSSI terkait besaran gaji pelatih dan pemain klub peserta Liga 1 2020 hanya berlaku April-Juni saja. Dalam tiga bulan tersebut, 18 klub, termasuk Arema diperbolehkan membayar gaji pelatih dan pemain sebesar 25 persen karena status force majeure yang ditetapkan untuk kompetisi.

Beruntung, dana komersil dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) cair pada awal Juni, sehingga bisa dipakai membayar gaji pelatih dan pemain, meski masih nombok sekian juta. Pada bulan Maret-Mei sebelumnya malah dikabarkan sejumlah surat berharga harus digadaikan untuk memenuhi gaji ini.

“Terbaru kabarnya Liga 1 2020 dilanjutkan September atau Oktober, sementara status force majeure berakhir Juni. Pertanyaan klub-klub sekarang, bulan Juli hingga liga lanjut lagi itu kami harus menggaji pelatih dan pemain berapa persen?” tanya Ruddy.

General Manager Arema Galau Tanpa Payung Hukum

Ruddy Widodo menegaskan, yang dipertanyakan klub-klub peserta Liga 1 2020 sekarang ini lebih pada payung hukum soal penggajian pelatih dan pemain bulan Juli dan seterusnya. Harapannya, PSSI segera mengeluarkan surat keputusan lanjutan terkait hal ini.

Kalau toh melanjutkan menggaji dengan prosentase 25 persen seperti April-Juni, pihaknya tak masalah. Manajer asal Madiun itu menyerahkan keputusannya kepada PSSI dan PT LIB yang berwenang.

“Termasuk untuk prosentase gaji pelatih dan pemain ketika Liga 1 2020 dilanjutkan nanti. Klub-klub sudah mewakilkan kepada Sekjen PSSI (Yunus Nusi) untuk bernegosiasi dengan pelatih (melalui Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia) dan pemain (melalui Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia),” imbuhnya.

Menjamin Gaji Pelatih, Pemain, Offisial dan Karyawan

Ruddy Widodo menegaskan, meski galau, pihaknya memberikan jaminan gaji tetap bakal dibayarkan bukan cuma untuk pelatih dan pemain, melainkan offisial tim dan karyawan kantor klub. Hanya saja, khusus gaji pelatih dan pemain masih menunggu ketetapan prosentasenya dari PSSI dan PT LIB.

“Gaji adalah hak mereka, tentu dibayarkan. Yang terpenting saat ini ada payung hukum atau ketetapan untuk klub menggaji pelatih dan pemain. Lanjut 25 persen atau bagaimana terserah,” tegasnya.