Gitra Yuda Furton Lengkapi Pemain Arema Musim 2020

Gitra Yuda Furton Lengkapi Pemain Arema Musim 2020
Gitra Yuda Furton (C) AKAIBARA

Gitra Yuda Furton menjadi pemain ke-29 yang didaftarkan Arema di hari terakhir pendaftaran pemain untuk Liga 1 2020, Selasa (10/3/2020) kemarin. Pemain tersebut berposisi sebagai pemain belakang.

General Manager Arema, Ruddy Widodo menyebut tim pelatih Arema memang sebelumnya ingin mendatangkan tambahan satu pemain belakang. Bahkan, mereka sempat menyeleksi Ridwan Abdullah beberapa hari jelang kick off Liga 1 2020, meski akhirnya dipulangkan.

Keinginan mendatangkan pemain belakang itu semakin menguat ketika stopper Arema, Bagas Adi Nugroho mengalami cedera angkle pada laga melawan Persib Bandung (8/3/2020) lalu dan harus istirahat sampai tiga pekan. Di saat bersamaan, kondisi stopper lainnya, Matias Malvino pun juga meragukan.

“Kami langsung ambil keputusan cepat mendatangkan stopper begitu tahu Bagas cedera. Ada kawan agen yang menawarkan pemainnya, muncul dua nama, tapi yang kami pilih Gitra ini. Musim lalu dia bermain di Martapura FC,” kata Ruddy.

Alasan Arema Pinang Gitra Yuda Furton

Begitu dapat nama Gitra Yuda Furton ini dari agen, Ruddy Widodo langsung membagikannya kepada tim pelatih Arema. Kebetulan, untuk urusan perekrutan pemain lokal, pelatih Arema, Mario Gomez lebih percaya kepada para asistennya.

Ruddy mencoba mengorek informasi mengenai Gitra kepada pelatih Martapura FC, Frans Sinatra Huwae. Sementara, Asisten Pelatih Arema, Charis Yulianto mencoba tanya-tanya mengenai si pemain yang bersangkutan kepada Isnan Ali, Asisten Frans di klub yang sama.

“Karena Coach Charis mendapatkan rekomendasi positif dari Isnan, dan saya diyakinkan oleh Frans, Coach Gomez juga setuju, maka kami putuskan mengontrak Gitra ini. Kata pelatih dia pemain pintar dan disiplin, cocok karakternya dengan yang dicari Arema. Kebetulan memang, untuk urusan perekrutan pemain lokal menjadi tugas para asisten pelatih,” imbuhnya.

Mario Gomez Tidak Pandang Nama Besar

Ruddy Widodo menegaskan, pihak manajemen cuma memberikan saran nama, soal keputusan diambil atau tidak itu hak prerogatif tim pelatih Arema. Namun, yang membuatnya senang dan percaya, Mario Gomez tidak pernah memandang nama besar si pemain.

“Saya percaya pada tim pelatih atas semua keputusan yang mereka buat. Saya percaya, siapa pun pemainnya tergantung kepada pelatihnya sebagai koki. Saya yakin Coach Gomez sebagai pelatih pasti juga melihat pemain yang dipilihnya punya karakter. Saya juga sepakat dengan prinsipnya yang tak peduli nama besar. Mau pemain timnas atau tidak, kalau mau kerja keras ya bisa gabung Arema,” tegasnya.