Teguh Amiruddin Anggap Rekontrak Sebagai Risiko Adanya Pandemi

Teguh Amiruddin Anggap Rekontrak Sebagai Risiko Adanya Pandemi
Teguh Amiruddin (C) DANI KRISTIAN

Teguh Amiruddin anggap rekontrak yang harus ditekennya jelang lanjutan Liga 1 2020 sebagai risiko adanya pandemi covid-19. Karenanya, kiper Arema itu tak banyak mengeluh ataupun menyalahkan keadaan yang terjadi.

Pemain asli Dau, Kabupaten Malang itu sudah meneken rekontrak Selasa (28/7/2020) lalu di Kandang Singa, sebutan kantor Arema. Momen itu dilakukannya bersamaan dengan agenda rapid test tahap 2.

Untuk rekontrak ini, Arema memakai landasan Surat Keputusan PSSI Nomor 53. Skemanya, nilai gaji perbulan yang didapatkan adalah nilai kontrak semusim dibagi dua (50%), lalu dikurangi uang yang sudah/akan mereka terima sampai Agustus, lalu dibagi jumlah bulan dari September sampai bulan terakhir sesuai durasi kontrak awal.

“Mau tidak mau harus setuju rekontrak ini, mau bagaimana lagi, namanya juga risiko pandemi. Semua tentu tidak ingin seperti ini, tapi kita harus siap menerima keadaan,” kata Teguh.

Teguh Amiruddin Anggap Tak Ada Masalah dengan Rekontrak

Teguh Amiruddin mengaku tak masalah dan sudah memahami seluruh isi rekontrak, termasuk adendum tambahan mengenai besaran gaji yang diterimanya. Sebab, sebelumnya pemilik jersey bernomor punggung 23 itu sudah memperlajari draft rekontraknya.

Untuk bulan Juli dan Agustus, sesuai dengan Surat Keputusan PSSI No. 48, Teguh dan pemain Arema lainnya menerima gaji 25 persen. Sementara untuk September hingga kompetisi berakhir di Februari, gajinya 50 persen.

“Saya sudah teken rekontrak, saya sudah tahu dan mempelajari isinya. Sebab, saya minta draftnya kepada Sekretaris Tim lewat WhatApp,” tegas mantan pemain Barito Putera itu.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.