Kelebihan Dua Kiper Arema Putri yang Dibawa ke Papua

Kelebihan Dua Kiper Arema Putri yang Dibawa ke Papua
Laita Ro'ati (C) DANI KRISTIAN

Pelatih kiper Arema Putri, Muslih Hadi membeberkan kelebihan dua kiper yang dibawanya ke Papua untuk melakoni laga Seri Ketiga di Grup B Liga 1 Putri 2019. Menurutnya, baik Windi Ayu Puspitasari maupun kiper lainnya, Laita Ro’ati Masykuroh sama-sama punya kelebihan.

Keterbatasan jumlah pemain yang dibawa ke Biak Nunfor, Papua untuk melakoni Seri Ketiga memaksa Muslih hanya membawa dua kiper saja. Sementara, satu kiper lainnya, Ananda Khori’ Oktama Aji ditinggal di Malang.

Ayu dan Laita dipilih karena selama ini keduanya yang dinilai paling mumpuni mengawal gawang Arema Putri di Seri Pertama dan Seri Kedua. Ayu merupakan kiper utama, sedangkan Laita sempat sekali menggantikan di laga melawan Bali United Putri.

“Saya pikir, kalau soal pengalaman, Ayu lebih unggul. Apalagi dia pernah dipanggil seleksi tim nasional. Yang lain bukanya tidak bagus. InsyaAllah, di Seri Ketiga ini Laita bisa kami berikan kepercayaan, entah di pertandingan kedua atau ketiga nanti,” kata Muslih kepada WEAREMANIA.

Keunggulan Laita Ro’ati

Meski statusnya sebagai kiper kedua, Muslih Hadi menyebut Laita Ro’ati punya potensi bagus ke depannya. Seperti yang ditunjukkan kiper asal Banyuwangi itu pada laga melawan Bali United Putri di Seri Kedua lalu.

Menurutnya, Laita punya keunggulan pada reaksi, ketangkasan, dan spirit yang luar biasa. Namun ada beberapa kekurangan yang harus dibenahi kiper berambut panjang itu dalam sesi latihan, agar siap ketika diturunkan menggantikan Ayu.

“Selama ini, pengalaman dasar Laita dari futsal, makanya untuk kapan main built up serangan balik masih kalah dari Ayu. Kiper modern sekarang ini harus bisa jadi stopper juga,” imbuh pria yang sempat menjadi kiper Arema junior di tahun 2000-an tersebut.

Kesulitan Menangani Kiper Arema Putri

Muslih Hadi mengaku tak ada kesulitan dalam melatih kiper Arema Putri. Hanya saja, menurut pelatih kiper kelahiran Malang, 21 Mei 1984 itu, ada satu hal yang membuatnya harus ekstra sabar menghadapi ketiga kiper yang dilatihnya.

“Sebenarnya sama saja, tidak ada kesulitan, cuma bedanya kalau kiper putri itu banyak manjanya. Makanya, harus pintar-pintar ngemong, itu saja. Soal materi latihan sama saja dengan kiper putra, cuma beda di durasinya saja,” tandas pelatih yang musim lalu menangani Arema U-16, U-17 dan U-20 itu.

---
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.