Pesan Pelatih Arema Putri untuk Jasmine Sefia

Pesan Pelatih Arema Putri untuk Jasmine Sefia
Jasmine Sefia (C) DANI KRISTIAN

Masalah yang menimpa Jasmine Sefia Waynie Cahyono turut menarik perhatian sang pelatih di Arema Putri, Alief Syafrizal. Sang pelatih pun punya pesan khusus untuk pemainnya di Liga 1 Putri 2019 tersebut.

Sebelumnya, Jasmine sempat viral di media sosial lantaran disebut-sebut rapor-nya tertahan di sekolahnya. Ssebagai siswi kelas VIII, nilainya banyak yang kosong lantaran sering absen dengan alasan izin sepanjang satu semester kemarin.

Diketahui, sepanjang semester ganjil kemarin, Jasmine sempat membela tim Putri Bangka Belitung pada 25 Juli sampai 11 Agustus 2019. Kemudian, 30 September sampai 7 Desember 2019, pemain kelahiran 24 September 2005 itu mengikuti Liga 1 Putri 2019 bersama Arema.

“Menurut saya, di sepak bola, anak seusia Jasmine tidak bisa hanya bergantung pada bakat yang dimilikinya. Namun, ia juga harus menyelesaikan pendidikan, minimal sampai SMA,” ungkap Alief kepada WEAREMANIA.

Berikan Dukungan untuk Jasmine Sefia

Alief mengaku pernah dihadapkan pada masalah yang sama dengan Jasmine Sefia, yakni harus memilih antara pendidikan dengan sepak bola. Karenanya, pelatih 24 tahun itu terus memberikan dukungan kepada si pemain supaya tidak sampai putus sekolah.

Menurutnya, memilih antara pendidikan dan sepakbola merupakan salah satu pilihan yang dianggap paling sulit. Namun, pilihat itu harus diambil dengan cara mementingkan yang jadi prioritas.

“Terkadang, keduanya tidak bisa berjalan beriringan dan ada salah satu yang harus dikorbankan. Tapi, dikorbankan bukan berarti tidak menuntaskannya. Kalau pandangan saya, tetap yang utama adalah pendidikan, ya minimal sampai SMA lah,” imbuh alumni Universitas Negeri Malang ini.

Sekadar Solusi untuk Kedua Belah Pihak

Alief tak hanya memberikan pandangannya terhadap kasus yang dihadapi Jasmine Sefia. Pelatih asal Gresik itu pun memberikan sekadar solusi untuk kedua belah pihak.

“Di era seperti sekarang ini, zaman sudah maju, otomatis dari pemainnya sendiri, komunikasi dengan guru atau teman sekolah juga harus tetap aktif. Minta keringanan, tugas tak harus dikumpulkan langsung, bisa lewat email dan sebagainya,” tegasnya.