Agung Yudha yang Rela Jadi Ban Serep Demi Kembali ke Arema

Agung Yudha Kurniawan yang hari ini (28/4/2020) berulang tahun yang ke-42, merupakan pemain yang pernah dua periode memperkuat Arema. Menariknya, saat kembali ke Arema di periode keduanya, pemain asli Tumpang, Kabupaten Malang itu rela jadi ban serep.

Selepas dari menimba ilmu di Persema Malang Junior pada tahun 1994, Agung promosi ke tim senior pada tahun 1997. Dua tahun kemudian, tepatnya pada gelaran Liga Indonesia (Ligina) 1999-2000, Agung pindah ke Arema.

Pada saat itu, Agung didatangkan untuk mengisi posisi bek tengah Arema bersama sejumlah pemain anyar. Sebut saja Yoseph Iyai (dari PSBL Bandar Lampung), dan empat pemain Persija Jakarta seperti Ayub Khan, Harianto, I Putu Gede, dan Joko Susilo.

Posisi di tim utama diperebutkannya bersama Juan Rubio dan Charis Yulianto saat itu. Konsistensinya sepanjang musim membuat Agung mendapatkan sodoran perpanjangan kontrak semusim lagi untuk Ligina 2001.

Agung Yudha Kembali ke Arema Setelah Enam Tahun

Agung Yudha kembali ke Arema pada ajang Ligina 2007-2008. Selama enam tahun hengkang dari Arema, pemain yang identik dengan nomor punggung 28 yang merupakan tanggal lahirnya itu bermain di dua klub saja.

Permainannya yang bagus saat membela Arema di Ligina 2001, menarik minat Persija untuk memakai jasanya di Ligina 2002. Semusim berikutnya, Agung dipinang Persekabpas Pasuruan.

Sayang, pada musim ketiganya memperkuat skuad Singo Edan, Agung lebih sering menjadi pemain cadangan di Ligina 2007-2008. Saat itu, di barisan stopper Arema ada nama-nama seperti Sunar Sulaiman, Suroso, Richi Pravita, Bruno Casmir (Kamerun) yang pada putaran kedua digantikan Fernando Martin Stagnari (Argentina).

Meski demikian, satu gol mampu dicetaknya untuk Arema di musim tersebut. Agung pernah menjebol gawang Persiter Ternate di menit 73 saat Arema kalah 1-2 di kandang lawan pada lanjutan Ligina 2007-2008 (15/4/2007).

Dengan tinggi 175 cm, sebenarnya Agung merupakan sosok yang tangguh di lini pertahanan. Berduet dengan siapa pun, pemain kelahiran Malang, 28 April 1978 itu mampu bekerja sama dengan baik dan lugas.