Ada 3 Posisi Kosong di Manajemen Arema Pasca Mundurnya Gilang Pramana

Mundurnya Gilang Pramana selaku Presiden Klub, meninggalkan lubang di tubuh manajemen Arema saat ini. Setidaknya ada tiga posisi kosong yang personalnya tak lagi aktif.

Sebelum Gilang mundur, Arema sudah kehilangan sosok di posisi General Manager. Ruddy Widodo yang menjabatnya belakangan diketahui sedang sakit, sehingga tak bisa menjalankan tugasnya.

Sebelumnya, Arema juga ditinggal CEO, R Agoes Soerjanto. Kini, pria yang didapuk menjadi CEO saat Iwan Budianto memutuskan melangkah ke PSSI itu sudah tak terdengar lagi kabarnya di manajemen Arema.

“Kini kita mengalami kevakuman posisi Presiden Klub, General Manager, dan CEO, dan posisi strategis lainnya yang menjadi kebutuhan operasional klub,” kata Komisaris Arema, Tatang Dwi Arifianto.

Pasca Mundurnya Gilang Pramana, Dipastikan Ada Perombakan Struktur Organisasi

Tatang menyebut, pasca mundurnya Gilang, dipastikan akan ada perombakan struktur organisasi di manajemen Arema. Salah satu langkahnya dengan membentuk Tim Pemulihan Arema.

Tim pemulihan itu rencananaya akan diisi oleh para profesional di bidang pengelolaan klub sepakbola, yang punya dedikasi. Bahkan, Aremania bisa mengusulkan nama-nama yang masuk menjadi bagian dari tim tersebut.

“Di dalam proses pemulihan itu juga dapat merekomendasi perombakan struktur organisasi dalam Arema,” tandasnya.