Berita Arema

Ada Denda untuk Pemain Arema yang Terlambat Latihan

Pemain Arema berlatih serius (C) DANI KRISTIAN

Para pemain Arema tidak boleh terlambat saat timnya menjalani sesi latihan. Sebab, pelatih Mario Gomez memberlakukan denda untuk pemain Arema yang terlambat.

Kabarnya, sekali terlambat, pemain harus merelakan uang minimal 500 ribu rupiahnya sebagai konsekuensi. Bahkan, konon denda itu bisa berlaku kelipatan jika keterlambatan berulang.

Gomez menilai aturan ketat semacam itu wajar jika diberlakukan di tim sebesar Arema. Sebab, untuk menjadi pemain profesional di klub yang juga profesional tentu butuh kedisiplinan tinggi dari para pemain.

“Saya pikir ini aturan yang bagus bagi tim ini, mungkin tidak hanya di Arema. Ketika pemain datang terlambat pasti ada konsekuensinya, ini salah satu aturan kami. Kalau terlambat, mereka harus dikenai denda, mereka harus bayar sejumlah uang,” ungkap Gomez ditemui WEAREMANIA usai sesi latihan di Lapangan Kusuma Agrowisata Kota Batu.

Uangnya Tidak Masuk ke Kantong Mario Gomez

Mario Gomez menegaskan, uang denda jika ada pemain Arema yang terlambat mengikuti sesi latihan itu masuk ke kantongnya. Pelatih asal Argentina itu mengembalikan uang tersebut untuk keperluan tim di luar lapangan.

Bahkan kabarnya, aturan denda untuk pemain Arema yang terlambat ini bukan cuma diberlakukannya untuk sesi latihan saja. Pemain yang datang terlambat saat sesi makan bersama atau agenda pertemuan dalam pemusatan latihan atau pun nanti ketika laga away, bakal dikenai sanksi denda juga.

“Uang itu bukan untuk saya, tapi saya kembalikan kepada para pemain sendiri. Mungkin uang denda itu bisa untuk makan-makan bersama atau yang lainnya,” imbuh pelatih yang berusia 62 tahun tersebut.

Denda Tak Cuma Berlaku untuk Pemain

Menariknya, Mario Gomez membeberkan, aturan ketat itu tak cuma berlaku untuk pemain saja. Bahkan, tim pelatih yang terlambat pun bisa terkena sanksi yang sama demi keadilan.

“Denda ini berlaku bukan cuma untuk para pemain, tapi juga staf, saya, atau siapa pun. Bahkan, bukan cuma untuk keterlambatan saat latihan,” pungkas pelatih yang pernah menangani Borneo FC dan Persib Bandung itu.

Exit mobile version