Arema Sudah Imbau Pemain Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Arema Sudah Imbau Pemain Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19
Ruddy Widodo (C) DANI KRISTIAN

General Manager Arema, Ruddy Widodo buka suara terkait kabar dua pemainnya yang reaktif usai menjalani rapid test. Menurutnya, pihak manajemen Arema sudah imbau pemain untuk mematuhi protokol kesehatan covid-19.

Ruddy menjelaskan, sejak awal munculnya pandemi covid-19 ini di Indonesia, dan terbit protokol kesehatan dari Pemerintah RI, pihaknya sudah mewanti-wanti personel tim untuk waspada. Bahkan, manajer berkaca mata itu meminta semua pemainnya belajar pada persebaran covid-19 di kalangan pesepak bola di dunia.

Namun, belakangan beredar kabar ada dua pemain dan satu staf pelatih Arema yang baru saja menjalani rapid test untuk keperluan penerbangan. Hasilnya, dua pemain yang terbukti reaktif harus menjalani swab test.

“Ini kan pandemi dunia, bukan cuma Kota Malang, Jawa Timur, atau Indonesia. Sejak awal, manajemen sudah memberikan imbauan terkait protokol kesehatan. Di grup WhatApp pemain juga ada dokter tim yang terus mengingatkan. Namun, praktiknya tergantung individu masing-masing, karena kita tidak bisa mengawasi mereka 24 jam,” kata Ruddy.

Arema Sudah Imbau Pemain Reaktif Belum Tentu Positif

Ruddy Widodo juga mengingatkan kepada pemainnya, bahwa hasil rapid test yang reaktif itu belum tentu positif terpapar covid-19. Kalau pun positif, manajer berkaca mata ini meyakini bahwa seorang atlet punya tingkat imunitas yang lebih bagus untuk melawan virus.

Menurut pengetahuannya, orang yang terkena asap mobil saja jika di-rapid test pasti hasilnya reaktif. Sebab, imun di dalam tubuhnya akan melawan virus yang masuk.

“Terakhir saya bertemu, mereka sehat-sehat saja. Yang menentukan positif tidaknya itu swab test. Toh, misalkan positif pun, kalau imunnya bagus, tinggal isolasi diri dua minggu selesai. Apalagi mereka atlet, pasti nge-gym adalah makanan sehari-hari bagi mereka,” imbuhnya.

Tidak Ada Sanksi untuk 2 Pemain

Ruddy Widodo menegaskan tak akan memberikan sanksi kepada dua pemain yang reaktif usai rapid test tersebut. Menurutnya, sanksi yang paling ampuh agar menjadi pelajaran bagi pemain lain sesungguhnya tidak datang darinya.

“Tidak ada sanksi dari kami, sanksinya ya penyakit (covid-19) itu. Kalau dia melanggar protokol kesehatan ya akan terkena sakit itu. Dia dan pemain lain pasti akan belajar dari sana,” tegasnya.