Arema Terus Berlatih di Bawah Terik, Adaptasi Main Sore?

Arema Terus Berlatih di Bawah Terik, Adaptasi Main Sore?
Johan Farizi (C) DANI KRISTIAN

Pemain Arema terus berlatih di bawah terik mentari mulai kemarin. Asisten Pelatih, Kuncoro menyebut langkah ini dilakukan untuk adaptasi main sore di pekan kedua Liga 1 2020 menjamu Persib Bandung, Minggu (8/3/2020).

Seperti diketahui, kick off pertandingan melawan Persib itu sempat diganti oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga. Berdasarkan rekomendasi dari kepolisian, jam kick off yang tadinya pukul 18.30 WIB diubah PT LIB menjadi pukul 15.30 WIB.

Sejak kemarin (4/3/2020), Arema berlatih pukul 08.00 WIB di Stadion Dirgantara, Lanud Abdulrachman Saleh, Pakis. Sesi latihan itu digelar hingga pukul 10.00 WIB, di mana langit cerah cenderung terik.

“Antisipasinya ya latihan di bawah terik matahari, makanya kami berlatih pagi terus, agar pemain bisa beradaptasi. Kalau nanti main malam, ya kami akan mencoba latihan malam, semua demi adaptasi pemain,” kata Kuncoro.

Arema Terus Berlatih Tanpa Permasalahkan Perubahan Jam Kick Off

Tim pelatih Arema tidak mempermasalahkan jam kick off yang berubah dari malam menjadi sore hari. Demi alasan apa pun, termasuk kalau kepolisian yang meminta, Kuncoro menegaskan, Arema siap melakoninya.

Menurutnya, perbedaan main malam dan main sore hanyalah pada cuaca saja. Kalau main malam cuacanya dingin, sedangkan main sore cuacanya agak panas.

“Tapi, saya rasa tidak masalah, toh Arema dan Persib main di waktu dan tempat yang sama, kecuali kalau Arema main sore, dan Persib main malam, itu baru masalah. Selama masih sama-sama tidak masalah,” imbuhnya sembari berkelakar.

Arema Tak Hanya Siapkan Adaptasi Cuaca

Kuncoro menyebut, Arema tak hanya disiapkan untuk beradaptasi dengan cuaca panas saat bermain sore hari melawan Persib Bandung. Yang terpenting, menurutnya menyiapkan mental penggawa Singo Edan.

“Tentu menyiapkan mental ini bukan untuk laga melawan Persib saja. Di laga lain kami juga harus menyiapkan mental menghadapi tekanan, agar setiap laga pemain bisa bermain ngotot. Semua laga kami anggap big match, agar para pemain Arema terus bermain ngotot,” tegasnya.