Arema Usul Lanjutan Liga 1 2020 Dipusatkan di Jawa dan Bali

Arema Usul Lanjutan Liga 1 2020 Dipusatkan di Jawa dan Bali
Oh In-kyun (C) DANI KRISTIAN

Manajemen Arema mengusulkan lanjutan Liga 1 2020 dipusatkan di Jawa dan Bali di masa New Normal. Usulan itu disampaikan General Manager Arema, Ruddy Widodo dalam virtual meeting dengan PSSI beberapa waktu lalu.

Menurutnya, di Liga 1 2020, 12 klub peserta berhomebase di Jawa dan Bali, termasuk Arema. Sementara sisanya, ada satu di Sumatra (Persiraja Banda Aceh), dua di Kalimantan (Borneo FC dan Barito Putera), satu di Sulawesi (PSM Makassar), dan satu di Papua (Persipura).

Memang, selain kelima klub itu, masih ada Bali United yang berhomebase di Pulau Bali, dan Madura United yang Berhomebase di Pulau Madura. Namun, menurut Ruddy, kedua klub masih bisa bermain di homebase masing-masing.

“Kelima klub luar Jawa itu disarankan untuk memilih homebase di Jawa, lalu lanjutan Liga 1 2020 dipusatkan di sini (Jawa). Toh banyak pilihan stadion yang ‘menganggur’ di Jawa. Di Malang saja ada Stadion Gajayana dan Stadion Kanjuruhan, pakai saja,” ujar Ruddy.

Alasan Arema Usul Lanjutan Liga 1 2020 Dipusatkan di Jawa-Bali

Ruddy Widodo menyebut, dengan dipusatkannya Liga 1 2020 di Jawa-Bali, maka memudahkan klub peserta soal transportasi untuk laga away. Terlebih saat ini Tol Trans Jawa sudah bisa digunakan sepenuhnya.

Menurutnya, sejauh ini yang dikhawatirkan klub-klub salah satunya mendekati kerumunan di bandara di tengah pandemi covid-19. Kalau klub luar Jawa mau berhomebase di Jawa, maka untuk laga away cukup menggunakan bus.

“Tol Trans Jawa dari ujung barat ke ujung timur sudah bisa dimanfaatkan, tentu akan mempersingkat perjalanan tim dengan bus. Lagipula dengan bus jadi lebih private dan aman dari covid-19. Mungkin nanti disemprot disinfektan lebih dulu atau bagaimana,” imbuhnya.