General Manager Arema: Masa Pilkada Diizinkan, Liga 1 2020 Tidak?

General Manager Arema: Masak Pilkada Diizinkan, Liga 1 2020 Tidak?
Ruddy Widodo (C) AKAIBARA

General Manager Arema, Ruddy Widodo cukup heran dengan terancamnya Liga 1 2020 batal digelar tepat waktu gara-gara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tidak memberikan izin keramaian. Menurutnya, Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) di 210 daerah saja diizinkan, masa kompetisi tidak.

Menurutnya, kompetisi Liga 1 2020 ini tetap harus dilanjutkan. Sebab, di sana ada banyak aspek stakeholder sepak bola yang bergantung terhadap bergulirnya kompetisi, bukan cuma klub, pelatih, pemain sepak bola, pedagang merchandise, dan lain-lain.

Ruddy menyebut, semua ini dari kacamata Arema hanyalah sebuah miss komunikasi antara Kepolisian dengan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Kabarnya, Polri tak bisa memberi izin keramaian untuk menggelar sepak bola lantaran dikhawatirkan bakal menimbulkan klaster baru covid-19 di sepak bola.

“Harusnya tak ada kekhawatiran muncul klaster sepak bola, toh laga lajutan Liga 1 2020 ini digelar tanpa penonton. Protokol kesehatan pun diberlakukan secara ketat. Kalau ada suporter yang nekat datang ke stadion, maka klub yang bersangkutan langsung kalah WO. Seperti itu masa Pilkada diizinkan, tetapi Liga 1 tidak,” kata Ruddy.

Kaget Pilkada Diizinkan, Liga 1 2020 Tidak

Ruddy Widodo mengaku sempat kaget mendengar kabar gelaran lanjutan Liga 1 2020 tidak mendaptkan izink kepolisian. Manajer asal Madiun itu juga prihatin lantaran imbauan itu datang dua hari jelang bergulirnya kembali Liga 1 2020.

Saat ini, persiapan klub-klub jelang kick off kembali 1 Oktober sudah mendekati 100 persen, di mana tujuh klub luar Jawa sudah berada di Yogyakarta yang akan jadi homebase mereka. Klub-klub Liga 1 2020, termasuk Arema juga sudah sepakat soal rekontrak dengan para pemain.

“Saya sempat kaget, karena sebenarnya kompetisi ini sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari oleh PSSI, PT LIB dan klub. Dari yang awalnya cuma enam klub yang setuju dilanjutkan, hingga akhirnya 18 klub berkomitmen untuk terus berkompetisi. Bahkan, saat ini sudah sampai pada tahap swab test yang dijalani klub, kok mendadak ada hal yang seperti ini,” imbuhnya.

Berharap Ada Solusi Terbaik Terkait Nasib Kompetisi

Ruddy Widodo mendengar Selasa (29/9/2020) siang ini ada pertemuan antara PSSI, PT LIB, Kemenpora dan Polri membahas nasib Liga 1 2020 ini. Pihaknya berharap ada solusi terbaik karena lucu tahun depan ada Piala Dunia U-20 di Indonesia, tapi sekarang tidak ada kompetisi.

“Mudah-mudahan dengan komunikasi yang lebih intens maka ada solusinya. Kalau soal covid-19, Presiden RI sudah membentuk Satgas Covid-19, yang punya gerakan hidup berdampingan dengan covid-19. Di segala bidang, termasuk sepak bola, asal diproteksi dengan protokol kesehatan ketat. Mereka saja mengizinkan, bahkan menjadikan 18 klub ini sebagai brand ambassador, bagaimana sepak bola bisa digelar dengan aman di tengah pandemi,” tandasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.