General Manager Arema Penuhi Undangan PT LIB

General Manager Arema Penuhi Undangan PT LIB
General Manager Arema Ruddy Widodo (C) DANI KRISTIAN

Ruddy Widodo, akan ke bertolak ke Pulau Bali akhir pekan ini. General Manager Arema itu siap penuhi undangan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 2019, Sabtu (12/10/2019) siang.

Manajer berkaca mata itu tak akan datang sendiri, melainkan bersama manajer-manajer klub kontestan Liga 1 2019. Kabarnya, bersama PT LIB, merekan akan membahas rencana perubahan jadwal kompetisi untuk kesekian kalinya.

Seperti kabar yang berhembus, laga-laga Liga 1 2019 di pekan ke-23 terancam tertunda kembali lantaran adanya agenda pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia 2019-2023. PT LIB berniat untuk mengajak bicara seluruh klub peserta Liga 1 2019 terkait hal ini.

“Kami tidak masalah seandainya jadwal mundur lagi, asal jarak antar-pertandingan masih sesuai dengan standar recovery pemain yang ideal. Jangan sampai setelah bermain Senin, lalu Rabu bermain lagi,” ungkap Ruddy.

Harus Memperhatikan Lawan

General Manager Arema Ruddy Widodo juga meminta PT LIB dalam penyusunan jadwal baru setelah pertemuan nanti memperhatikan lawan-lawan yang dihadapi tim. Jangan sampai ada jadwal yang memberatkan tim tertentu.

Pria asal Madiun itu mencontohkan, jika sebuah klub setelah melakoni laga kandang, kemudian harus bertandang, namun cuma diberi jarak waktu empat hari, itu tidak masuk akal. Bahkan, Arema sendiri di sisa laga putaran kedua Liga 1 2019 ini punya jadwal tiga laga tandang beruntun.

“Jarak recovery yang ideal minimal lima hari, itu juga harus memperhatikan lawan yang akan dihadapi. Kalau misal laga tandangnya satu provinsi tidak masalah, kalau ke luar provinsi atau bahkan keluar pulau itu yang jadi masalah,” imbuhnya.

Tak Setuju Format Diubah

Jika ada usulan format kompetisi Liga 1 2019 diubah menjadi dua wilayah, General Manager Arema, Ruddy Widodo bakal menolak. Sebab, Arema sudah pernah mengalami kesialan saat format diubah seperti di Indonesia Super League 2014 lalu.

“Kalau format diubah, saya yakin yang kecewa bukan cuma Arema, pasti tim-tim papan atas akan menolak, teruatama Bali United. Arema juga pernah mengalami hal itu pada musim 2014. Waktu itu Arema yang sudah juara wilayah timur akhirnya kandas di babak semifinal. Kalau diubah kompetisi ini akan kehilangan unsur fairplaynya,” tegas manajer 48 tahun ini.