GM Arema: Namanya Dagang, Kalau Tidak Untung Ya Rugi

GM Arema: Namanya Orang Dagang, Kalau Tida Untung Ya Rugi
Alfin Tuasalamony (C) DANI KRISTIAN

General Manager Arema, Ruddy Widodo tak mau mengungkit kerugian atas dilepasnya tiga pemain lokal yang terlanjur dikontrak jelang Liga 1 2020. Menurutnya, namanya orang dagang, kalau tidak untung ya rugi.

Sebelumnya, manajemen Arema telah melepas Alfin Tuasalamony, Ganjar Mukti, dan Pandi Lestaluhu. Selayaknya pemain yang sudah dikontrak, ketiga pemain tersebut sudah diikat uang DP (down payment) sebagai tanda jadi.

Ketika ketiganya dilepas, ternyata pihak Arema merugi, lantaran uang DP itu tidak dikembalikan. Ruddy sudah mengikhlaskannya, dan menganggapnya sebagai bayaran bagi si pemain.

“Ketiga pemain resmi kami lepas, tentu kami bersyukur ada tim yang mau melanjutkan kewajiban kami (membayar gaji ketiga pemain). Soal rugi DP, namanya orang dagang, kalau tidak untung ya rugi,” ungkap Ruddy.

Jelaskan Soal Perekrutan Ketiga Pemain Pinjaman

Ruddy Widodo menjelaskan soal perekrutan Alfin Tuasalamony, Ganjar Mukti dan Pandi Lestaluhu. Sebenarnya, ketiganya sudah melalui rekomendasi dari para asisten pelatih Arema yang diberi mandat oleh Mario Gomez untuk mencari pemain lokal.

Menurutnya, pada akhir musim 2019, Arema melepas banyak pemain yang memang tidak dapat rekomendasi Gomez. Sayangnya, ada satu-dua pemain lokal yang diminta pelatih asal Argentina itu ternyata gagal didatangkan.

“Waktu itu, sambil menunggu Gomez datang, para asisten pelatih Arema bergerak mencari pemain. Tapi, ternyata memang ada satu-dua pemain yang tidak cocok menurut Gomez,” imbuh pria berusia 48 tahun ini.

Terlanjur Memberikan Uang DP 25 Persen

Ruddy Widodo membeberkan, tak ada aturan baku soal pemberian uang DP untuk mengikat pemain, termasuk besarannya. Hanya saja, biasanya Arema memberikan sebesar 25 persen, sesuai dengan masukan dari operator Liga 1, untuk mengurangi besarnya gaji pemain tiap bulan.

“Hal ini yang kemudian dimanfaatkan oleh klub dengan finansial bagus, tapi malah tidak sehat. Klub banyak dirugikan, karena belum kerja sudah dapat uang DP. Kalau sudah dikontrak tapi ternyata tidak sesuai dengan keinginan pelatih seperti ini tentu Arema yang merugi,” tegas manajer yang berasal dari Madiun tersebut.