Perbedaan yang Diusung Carlos Oliveira dalam Latihan Arema

Perbedaan yang Diusung Carlos Oliveira dalam Latihan Arema
Fun game dalam pemanasan (C) DANI KRISTIAN

Ada perbedaan yang diusung Carlos Oliveira dalam sesi latihan Arema di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (18/9/2020) sore. Pelatih Arema asal Brasil itu mengubah sedikit menu pemanasan dengan variasi lain.

Jika biasanya para pemain Arema melahap materi pemanasan dengan rondo alias kucing-kucingan, maka kali ini berbeda. Penggawa Singo Edan mendapatkan materi pemanasan dengan kombinasi heading, lompatan, kontrol dada, menggiring bola, yang dilakukan dalam satu waktu (video bisa dilihat di fanspage Wearemania).

Carlos menyebut, materi itu hanyalah bagian dari variasi pemanasan yang diberikan tim pelatih. Materi itu sudah mencakup seluruh materi dasar dalam sepak bola yang harus dikuasai para penggawa Singo Edan.

“Kami juga akan melakukan rondo di lain waktu, saya selipkan fun game juga. Pokoknya bersama saya pemain bisa melakukan sesuatu yang berbeda, dan saya lihat mereka enjoy. Memang harus begitu, karena kalau mereka tidak menyukainya, maka mereka akan melakukannya dengan terpaksa,” ungkap Carlos.

Penekanan Carlos Oliveira dalam Latihan Arema

Carlos Oliveira menekankan, dalam sesi latihan yang dijalani, para penggawa Singo Edan haruslah senang. Sebab, ini dasar agar seluruh materi latihan bisa dikuasai dengan baik.

Menurutnya, untuk mempelajari sesuatu, terlebih hal baru, memang harus didasari dengan kecintaan, termasuk dalam sepak bola. Dengan rasa cinta itu, mereka bakal menjalani seluruh materi latihan dengan enjoy dan ikhlas.

“Harus didasari dengan kecintaan, termasuk dalam sepak bola. Saya tahu tak bisa dimungkiri setiap pemain punya masalah yang dipikirkan di kepala masing-masing. Karenanya, yang terpenting membuat pemain merasa senang di lapangan, membuang jauh tekanan,” imbuhnya.

Pelatih dan Staf Juga Harus Senang

Carlos Oliveira juga menekankan, bukan cuma pemain saja yang harus merasa senang di lapangan. Para staf pelatih, termasuk dirinya sendiri, dan offisial yang terlibat juga harus merasakan hal yang sama.

“Bukan cuma pemain, saja, saya sebagai pelatih juga mencoba untuk selalu enjoy menikmati waktu melatih. Kita tahu, kami berlatih dalam waktu selama setidaknya dua jam dalam satu hari, apalagi ketika dengan intensitas tinggi, pasti ada rasa jenuh dan lelah, itu pasti,” pungkas pelatih berusia 59 tahun itu.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.