Ribuan Aremania Tuntut Usut Tuntas Kasus Kanjuruhan Disaster 2 Memblokade Jalan Malang-Blitar

Aksi ribuan Aremania turun ke jalan yang menuntut usut tuntas kasus Kanjuruhan Disaster 2, Minggu (27/11/2022) menimbulkan kemacetan luar biasa di Malang Raya. Salah satunya karena mereka memblokade jalan utama Malang-Blitar.

Aksi turun ke jalan dilakukan Aremania di berbagai titik di Kota Malang maupun Kabupaten Malang. Di wilayah Kabupaten Malang, aksi digelar di Pakisaji dan Kepanjen.

Massa yang berkumpul di pertigaan Bendo, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, melakukan corteo menuju ke utara. Mereka bergabung dengan massa dari wisata Bounderland yang berjalan ke selatan.

Kedua kelompok massa itu berkumpul di depan Polsek Pakisaji dan memblokade jalan. Banyaknya Aremania yang mengusung spanduk raksasa itu menimbulkan kemacetan arus lalu lintas di jalur penghubung utama dari Malang ke Blitar dan sebaliknya tersebut.

Atraksi Ribuan Aremania Tuntut Usut Tuntas Kasus Kanjuruhan Disaster 2

Aremania tak hanya berorasi menyerukan tuntutan mereka di depan Polsek Pakisaji. Ada pula aksi deklamasi atau puisi yang dilakukan di sana.

Menariknya, ada perwakilan keluarga yang korban Tragedi Kanjuruhan yang juga mengikuti aksi ini. Mereka menyampaikan suara hati pasca kehilangan keluarga tercinta yang menjadi korban.

“Kami di sini hanya menuntut keadilan. Karena banyak saudara kami yang meninggal akibat tembakan gas air mata saat menonton sepak bola di Stadion Kanjuruhan,” kata salah seorang keluarga korban yang berorasi.

“Aksi turun jalan ini akan kami terus lakukan sampai keadilan bisa ditegakkan. Semua pelaku penembakan gas air mata dihukum.”

Inilah Tuntutan Aremania Pakisaji

1. Mendesak pengusutan Tragedi Kanjuruhan secara tuntas, menyeluruh, adil dan bermartabat.

2. Mendudukkan persoalan secara adil dan menempatkan persoalan pada tempatnya.

3. Menuntut pemenuhan hak-hak secara adil bagi para korban Tragedi Kanjuruhan.

4. Menuntut percepatan Tragedi Kanjuruhan secara cermat dan tuntas.

5. Menuntut perbaikan sepakbola nasional secara menyeluruh.

6. Menuntut pemerintah menyatakan bahwa Tragedi Kanjuruhan adalah pelanggaran HAM yang sangat berat dan patut untuk dibawa ke Pengadilan HAM Internasional.