Arema Streetwear Rasakan Dampak Tragedi Kanjuruhan Lebih Parah Daripada Pandemi Covid-19

Toko mercahndise Arema Streetwear rasakan dampak Tragedi Kanjuruhan yang menyerang lini usaha mereka. Menurut sang pemilik, Mukhammad Amin, dampaknya lebih parah daripada pandemi Covid-19 lalu.

Amin mulai memperkenalkan brand Arema Streetwear ini sejak tahun 2016. Namun, baru setahun kemudian toko yang berada di Jalan Kiai Parseh Jaya No. 105, Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang.

Nama Streetwear sendiri dipilih karena sebelumnya Amin lebih sering berjualan di pinggir-pinggir jalan ketika Arema berlaga. Bukan cuma ketika Arema bermain di kandang, saat laga tandang pun Amin berjualan di kandang lawan.

“Pandemi Covid-19 itu pasti semua kena dampaknya, bukan cuma di Indonesia, tapi seluruh dunia. Saya sendiri sempat melakukan pemulangan karyawan, menutup store selama sekitar dua tahun lebih,” kata Amin kepada WEAREMANIA.

“Cara bangkitnya, kita mencoba mencari sampingan di rumah, kemarin sempat buka jasa printing DTF yang lagi populer, dan bikin kaos lain selain Arema.”

Baru Bangkit Diterpa Dampak Tragedi Kanjuruhan

Amin mengaku baru bisa bangkit berjualan merchandise Arema pada musim lalu. Tepatnya ketika Liga 1 2021-2022 mulai diputar.

Namun, menurut pria asli Malang itu, diputarnya kompetisi sepak bola itu tak terlalu berpengaruh secara signifikan terhadap omzet Arema Streetwear. Pasalnya, Liga 1 digelar dipusatkan di luar Malang yang membuat potensi pemasukannya berkurang.

“Baru bisa ramai lagi di bulan Agustus, waktu hari ulang tahun Arema. Apalagi ada imbauan Aparat Sipil Negara (ASN) dan anak-anak sekolah untuk pakai kaos Arema pada 11 Agustus,” imbuh pria berusia 37 tahun itu.

Dampak Parah Tragedi Kanjuruhan

Baru satu dua bulan bangkit, pada 1 Oktober 2022 terjadilan Tragedi Kanjuruhan yang menelan 135 nyawa dan ratusan lainnya luka-luka. Dampak parah tragedi itu terasa parah bagi Amin sebagai pemilik usaha Arema Streetwear.

Pada awal Oktober lalu, menurutnya penjualan masih normal lantaran tertolong lakuknya kaos bertemakan #USUTTUNTAS. Namun, memasuki pertengahan Oktober hingga awal Januari 2023 ini bisa dibilang menurun hingga 100 persen.

“Kalau dibandingkan dengan pandemi kemarin, dampak Tragedi Kanjuruhan ini lebih parah sekarang. Ini berdasarkan cerita teman-teman sesama penjual kaos Arema. Kalau pandemi kemarin kan masih ada saja yang beli, sekarang ini kan efeknya sama sekali tidak ada pembeli,” ujar Amin.

“Kalau pandemi kemarin dari luar kota masih ada yang beli. Menurut saya, dampak tragedi ini paling parah lah. Teman-teman sesama penjual juga sampai ada yang sudah ganti berjualan makanan atau apa saja selain Arema.”

Terpuruk Lagi, Merasa Pesimis

Tragedi Kanjuruhan itu membuat Arema Streetwear terpuruk lagi. Bahkan, Amin merasa pesimis terhadap usaha kaos Arema jika dilanjutkannya.

Seperti masa pandemi, Amin melakukan berbagai cara untuk selamat, salah satunya dengan menjual aset dan mengobral dagangannya lewat program belum 3 pcs kaos cuma 100 ribu.

“Kalau ke depan kasus usut tuntas ini belum jelas, belum juga mendapatkan keadilan bagi Aremania, saya pikir penjualan tidak akan sefanatik seperti tahun-tahun kemarin. Penonton perempuan dan anak-anak yang ke stadion bakalan tidak seramai sebelumnya,” sambungnya.

Amin melihat di media-media, hubungan antara manajemen Arema dan Aremania tampak kurang satu tekad untuk bisa mendapatkan keadilan. Karenanya, embel-embel Arema bakal dihilangkan dari usahanya, berganti konsep dan tema lain.

“Sementara, tahun-tahun ke depan, kita tunggu siapa tahu Arema bisa menjadi satu, ada pertimbangan untuk jual kaos Arema lagi. Kalau brand, tetap pakai Arema Streetwear, karena dari awal sudah pakai ini. Membangun nama itu tidak 1-2 tahun, ada sejarahnya seperti itu,” tuturnya.

Doa dan Harapan Lebih Baik

Amin mengungkapkan doa dan harapannya agar ke depannya semuanya menjadi lebih baik. Harapan pertamanya tentu kasus Tragedi Kanjuruhan ini segera selesai dengan ujung keadilan bagi keluarga korban.

“Harapan pertama, semoga kasus Tragedi Kanjuruhan ini segera selesai, dan Aremania bisa mendapatkan keadilan. Semoga ke depannya Arema dan Aremania bisa konsisten menjadi satu suara, agar ke depan bisa menjadi lebih baik,” tegasnya.