Gara-gara Johan Farizi, Aremanita Kalsel Ini Jatuh Cinta pada Arema

Gara-gara Johan Farizi, Aremanita Kalsel Ini Jatuh Cinta pada Arema
Ajizah saat di Stadion Kanjuruhan Malang

Laga Barito Putera vs Arema di pekan terakhir Liga 1 2019, Minggu (22/12/2019) sore bakal menjadi momen bagi Ajizah untuk mendukung tim kebanggaannya. Kecintaan Aremanita Kalsel (Kalimantan Selatan) ini ternyata bermula dari kecintaannya pada pemain idola, Johan Farizi yang juga bek sayap Arema.

Pada saat masih duduk di bangku SMP kelas 1, Ajizah sangat membenci sepak bola, karena bisa bikin mengantuk kalau menontonnya. Berbeda dengan sekarang, menurutnya kalau tidak melihat sepak bola bisa sakit hati.

Wanita yang lahir di Benua Raya, 1 Juli 1998 itu mulai membuka hati untuk sepak bola setahun kemudian. Saat menonton televisi, ada pertandingan Arema di Indonesia Super League 2011-2012, dan matanya langsung tersorot pada salah satu pemainnya, Johan Farizi.

“Dari situlah saya jatuh cinta pada Arema. Memang, awalnya saya hanya mencintai pemainnya saja, tapi sekarang saya mencintai klubnya, tanpa melihat siapa pemainnya. Bagi saya, sekarang pemain bukan suatu hal yang penting, karena mereka bisa datang dan pergi kapan saja,” ungkap Jizah kepada WEAREMANIA.

Tidak Punya Darah Arek Malang

Menariknya, meski jatuh cinta pada Arema, Ajizah mengaku sama sekali tak punya darah Arek Malang. Tapi, menurutnya, hal itu bukanlah alasan untuk tidak yakin menobatkan dirinya sebagai Aremanita Kalsel.

Jizah mengaku jika bapak dan ibunya asli Banjar dan tinggal di Banjar, tepatnya di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Namun, gadis 21 tahun ini tidak mendukung Barito Putera sebagai klub lokal dari Kalimantan Selatan, dan malah mendukung Arema.

“Karena ini panggilan jiwa, alhamdulillah selalu neribun kalau Arema main di Kalimantan Selatan. Saya mencintai Arema sejak masih SMP, dan bagi saya cinta itu terkadang tidak perlu alasan,” imbuhnya.

Neribun Perdana Musim 2019

Laga Barito vs Arema ini menjadi kesempatan perdana bagi Ajizah untuk neribun di musim 2019 ini. Kesibukan berjualan kue tart rumahan membuatnya melewatkan beberapa laga Arema yang digelar di Pulau Kalimantan.

“2016 saya ke Malang dan Samarinda, 2017 ke Malang, Tenggarong, Bali, dan Samarinda, dan 2018 ke Malang dan Jakarta. Kalau musim ini saya sibuk bekerja, mancari hobi yang menghasilkan uang, buan nonton Arema juga uangnya,” pungkas Aremanita yang juga tergabung dalam komunitas Curvasud Arema tersebut.