Tak Menyinggung Dualisme, Hadir Buku Ensiklopedia Arema dan Aremania

Tak Menyinggung Dualisme, Hadir Buku Ensiklopedia Arema dan Aremania

Tri Septa Agung Pamungkas memperkenalkan buku yang ditulisnya khusus untuk momen HUT Arema ke-33. Buku berjudul Ensiklopedia Arema dan Aremania itu berisi sejarah berdirinya Arema, dan kisah-kisah Aremania, tanpa menyinggung soal dualisme klub.

Buku itu diperkenalkannya bersamaan dengan acara tasyakuran ulang tahun Arema dan peresmian kerja sama dengan BRI, Selasa (11/8/2020) siang. Menurut Aremania asli Probolinggo itu, yang dikenalkannya baru buku bagian pertama yang dicetak dalam 180 halaman, dari total 310 halaman.

Bertempat di Kandang Singa, sebutan untuk kantor klub, pria yang akrab disapa Agung itu membeberkan tujuannya menulis buku tersebut. Ditulisnya buku itu berangkat dari keinginan dan gagasan bahwa Arema tidak hanya berprestasi di lapangan.

“Saya juga ingin Aremania dikenal bukan cuma karena punya kreativitas di tribune serta pelopor suporter modern. Melalui buku ini, saya ingin Arema dan Aremania dikenal publik lewat karya intelektualnya juga,” kata Agung.

Isi Buku Ensiklopedia Arema dan Aremania

Agung menceritakan sekilas mengenai isi Ensiklopedia Arema dan Aremania yang ditulisnya. Buku ini terdiri dari delapan bab yang menonjolkan sejarah Arema dari lahir pada 11 Agustus 1987 hingga berusia 33 tahun.

Selain kisah perjalanan Arema hingga usia 33 tahun, terdapat susunan pemain lengkap dari era Galatama 1987-1988 hingga Liga 1 2020. Ada pula 33 pemain legendaris Arema, yang dikisahkan mengenai loyalitas dan karakter yang dikenang Aremania.

Terdapat juga Hall of Fame Arema, yang isinya mengenai pengetahuan umum seputar Arema yang belum banyak diketahui Aremania. Mulai dari siapa pencetak gol pertama, pemain dan pelatih termahal, duet striker tersubur, pencetak gol terbanyak sepanjang masa, dan lain-lain.

“Untuk sejarah Arema, di buku ini sengaja tidak saya singgung mengenai dualismenya. Harapannya buku ini bisa diterima semua kalangan, tanpa menyakiti siapa pun,” imbuh alumni Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang tersebut.

Langsung Laku Rp1 Juta, Dibeli BRI

BRI yang hadir dalam peluncuran kerja sama dengan Arema menjadi pembeli pertama buku karya Agung tersebut. Ensiklopedia Arema dan Aremania itu laku Rp1 juta dan langsung dibayar kontan sebagai apresiasi.

Agung mengklaim bukunya sebagai buku pertama di Indonesia yang menceritakan kisah perjalanan sebuah klub dan suporternya. Harapannya, tentu bukan sekadar bisa dinikmati oleh pembacanya, tapi juga bisa menjadi bagian dari sejarah.

Pria yang kebetulan juga berusia 33 tahun itu bekeinginan buku karyanya bisa segera diterbitkan agar bisa dibaca oleh Aremania, bukan cuma di Malang Raya, tapi juga di luar kota, bahkan luar negeri. Agung ingin menggandeng pihak ketiga untuk menerbitkannya.

“Baru ini ada klub dan suporter yang memiliki buku yang mengisahkan perjalanannya. Saya bisa mengatakan ini karena sudah mencoba melakukan survey ke mana-mana, belum saya temui klub dan suporter Indonesia yang memiliki buku seperti yang saya tulis,” tutur Agung memungkasi.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.