Kalau Irfan Bachdim ke Arema, Mau Dipasang di Mana?

Kabar Irfan Bachdim ke Arema pastinya menimbulkan pro-kontra di kalangan Aremania. Ada yang setuju, tapi tak sedikit pula yang bertanya-tanya, eks penyerang sayap PSS Sleman itu mau dipasang di mana?

Pastinya tidak mungkin dong Irfan didatangkan ke Malang hanya untuk memeriahkan suasana saat latihan, lalu duduk manis di bench? Apa tampang rupawannya cuma mau dimanfaatkan sebagai brand ambassador merchandise Arema Store saja?

Pasalnya, melihat statistiknya performa mantan penggawa Timnas Indonesia itu terus menurun. Dari musim ke musim, saat masih memperkuat Bali United sebelum ke PSS, Irfan terus kehilangan menit bermain.

Saat datang dari klub J-League, Consadole Sapporo, Irfan masih banyak mendapat kepercayaan di Bali United dengan tampil di 30 laga (2517 menit) di Liga 1 2017. Lalu, musim berikutnya menurun jadi 18 laga saja (1173 menit di Liga 1 2018 dan 736 menit di Liga 1 2019).

Kalau Irfan Bachdim ke Arema, Langkahi Dulu Barisan Penyerang Sayap Arema

Kalau ingin tampil reguler, Irfan Bachdim harus bisa melangkahi dulu barisan penyerang sayap Arema lainnya yang lebih dulu gabung tim. Sebab, bermodalkan nama besar pun tak cukup baginya untuk masuk starter pelatih Eduardo Almeida.

Sebut saja ada Dedik Setiawan, Kushedya Hari Yudo, Feby Eka Putra, Dendi Santoso, Ridwan Tawainella, dan Hamzah Titofani yang ada di posisi yang sama dengannya. Faktanya, keenam pemain itu selalu tampil bergantian dalam enam laga di Seri 1, tak ada yang jadi pemain tetap.

Lantas, apakah Irfan harus direposisi menjadi target man atau second striker daripada dibayar mahal-mahal cuma untuk duduk di bangku pemain cadangan? Rasanya, akan sulit bagi pemain berusia 33 tahun itu untuk menggusur penyerang asing Arema, Carlos Fortes, ataupun Muhammad Rafli yang punya rekam jejak selalu tampil di Seri 1.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.