5 Fakta Menarik Franco Hita yang Harus Diketahui Aremania

5 Fakta Menarik Franco Hita yang Harus Diketahui Aremania
Franco Hita

Franco Hita merupakan salah seorang legenda Arema yang bermain sejak tengah musim 2005 hingga akhir musim 2006. Pemain asal Argentina yang lahir 26 Oktober 1978 itu adalah satu dari sedikit penyerang haus gol yang pernah membela skuat Singo Edan.

Penyerang dengan nama lengkap Franco Martin Hita Gonzalez ini didatangkan manajemen Arema di paruh musim 2005 dari Persita Tangerang. Hita diplot pelatih Benny Dollo (Bendol) sebagai pengganti Junior Lima Filho yang kontraknya diputus di tengah musim karena dinilai kurang produktif.

Pada awal kedatangannya di Malang, Hita sempat diragukan kemampuannya oleh Aremania karena dinilai tampil kurang meyakinkan bersama dua klub sebelumnya. Namun, penyerang jangkung itu segera membungkam segala kritikan padanya dengan gol-gol dan gelar juara.

Berikut ini 5 fakta menarik Franco Hita yang harus diketahui Aremania

1. Warisi Bakat Sang Ayah

Franco Hita ternyata mewarisi bakat bermain sepak bola dari sang ayah, Alberto Hita, yang merupakan striker di klub Ferro Carril Oeste. Tak heran jika sejak usia belia, Hita sudah sangat gemar bermain sepakbola.

Saat masih berusia lima tahun, Hita telah bergabung dengan sebuah Sekolah Sepak Bola di Mendoza selama empat tahun. Setelah lulus Sekolah Menengah Atas pada tahun 1997, Hita memulai karirnya di dunia sepakbola profesional dengan memperkuat klub San Luis de Quillota di Chile.

Selama merantau ke Chile, Hita sempat membela klub Santiago Wanderers selama empat musim kompetisi, hingga mengantar klubnya itu menjadi jawara Liga Chile tahun 2001. Lalu, Hita kembali ke Argentina untuk membela Gymnasia y Esgrima, sebuah klub yang berasal dari kota kelahirannya, Mendoza.

Barulah pada tahun 2004, Hita mencoba peruntungan bermain bola di Liga Indonesia. Persigo Gorontalo merupakan Klub pertamanya sebelum hijrah ke Persita Tangerang pada musim 2005 (putaran pertama saja).

2. Torehan Gol

Franco Hita membuktikan kapasitasnya sebagai penyerang haus gol kepada mereka yang sempat meragukan kemampuannya. Total 16 gol dibuatnya untuk Arema di semua ajang yang diikutinya.

Tiga gol dicetaknya di musim pertamanya di Liga Indonesia 2005 putaran kedua. Gol pertama untuk Arema dilesakkannya ke gawang PSPS Pekanbaru, 29 Juni 2005. Gol yang dibuatnya di menit 79 itu membawa skuat Singo Edan menang 3-0 di Malang.

Tak hanya tajam di liga, Hita juga produktif di Copa Indonesia 2005. Bahkan empat gol dibuatnya di turnamen ini, termasuk satu golnya di partai final melawan Persija Jakarta di mana Arema menang dramatis 4-3.

Hita makin tajam di musim keduanya bersama Arema di Liga Indonesia 2006. Enam gol dicetaknya sepanjang musim. Sementara di Copa Indonesia 2006, tiga gol diceploskannya ke gawang lawan.

3. Dua Gelar

Dua gelar sukses diberikan Franco Hita selama satu setengah musim bersama Arema. Dua gol itu diraihnya di ajang Copa Indonesia.

Bermain sejak babak perdelapan final, Hita mampu membawa Arema ke partai final Copa Indonesia 2005. Melawan Persija Jakarta di final, Hita pun mencetak satu gol untuk kemenangan 4-3 Arema yang membuat mereka menjadi kampiun.

Lagi-lagi, Arema masuk ke partai final Copa Indonesia 2006 dan menjadi juara, meski Hita harus absen lantaran akumulasi kartu kuning. Meski demikian, di babak-babak sebelumnya, tiga gol sudah dibuatnya.

4. Alasannya Terdepak

Romantisme Franco Hita dengan Arema dan Aremania rupanya harus berakhir lebih cepat dari yang diinginkan. Namanya terdepak dari skuat Singo Edan di awal musim 2007-2008.

Tampuk pelatih kepala yang berganti dari Benny Dollo kepada Miroslav Janu (alm) ternyata berpengaruh padanya. Si pelatih mendepaknya dengan alasan indisipliner.

Hita dinilai sering terlambat datang ke sesi latihan timnya. Terlebih, saat itu Miro, sapaan akrab si pelatih, sedang serius mempersiapkan tim Arema jelang bergulirnya musim baru kompetisi.

Karena kadung cinta dengan Kota Malang, Hita memilih hijrah ke tim sekota, Persema Malang. Di tim saudara tua Arema itu, Hita hanya bertahan selama setengah musim dengan mencetak 12 gol.

5. Tato Kepala Singa

Franco Hita merupakan satu dari beberapa pemain asing yang merajah tubuhnya. Saat masih memperkuat Arema, bahkan pemilik jersey bernomor punggung 9 itu membuat tato bergambar kepala singa.

Seperti diketahui, kepala singa merupakan lambang kebesaran Arema. Hita mengabadikan ikon tersebut di lengan kanan atasnya dengan warna hitam sebagai bentuk kecintaannya.