Mengenang Hari Nahas Playmaker Arema, Marcio Teruel

Mengenang Hari Nahas Playmaker Arema, Marcio Teruel
Marcio Teruel (C) DANI KRISTIAN

Laga pekan ke-22 Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 di kandang Gresik United, Stadion Tri Dharma Gresik, 7 Oktober 2016, menjadi hari nahas bagi playmaker Arema, Marcio Teruel. Ada yang masih mengingatnya?

Marcio didatangkan Arema di bursa transfer pemain paruh musim ISC A 2016 bersama Nick Kalmar dan Oktovianus Maniani. Belum sempat diperkenalkan kepada publik, gelandang asal Brasil itu langsung menjalani debut bersama Arema di laga melawan Madura United yang berakhir dengan kemenangan 2-1 di Stadion Kanjuruhan Malang.

Hadirnya Marcio yang diplot menggantikan Srdan Lopicic, legiun asing Arema lainnya yang diputus kontrak di tengah musim karena cedera parah, membawa dampak positif. Permainan Arema di lini tengah menjadi lebih hidup dangan umpan-umpan khas Latin-nya.

Sayang, kariernya di Arema hanya berlangsung lima pertandingan saja, meski durasi kontrak Marcio hingga akhir kompetisi ISC A 2016. Pada pertandingan kelimanya melawan Gresik United, Marcio mengalami cedera serius, lantaran salah jatuh ketika mengontrol bola menghindari sergapan lawan.

Mimpi Buruk Marcio Teruel

Laga di kandang Gresik United tak hanya menghadirkan kekalahan 0-1 bagi Arema, namun juga mimpi buruk bagi Marcio Teruel. Bahkan, pemilik jersey bernomor punggung 20 itu harus dilarikan ke Rumah Sakit Petrokimia Gresik setelah ditandu keluar lapangan.

Setelah dilakukan foto rontgen, ternyata tak ada cedera patah tulang pada lutunya. Marcio pun turut serta pulang ke Malang bersama skuat Singo Edan.

Beberapa hari kemudian, dilakukan tes MRI pada lututnya. Pemain kelahiran 11 Maret 1986 itu akhirnya difonis mengalami cedera serius pada tendon Patellar dan robek pada sendi Meniscus, sehingga harus istirahat selama minimal lima bulan.

Pulang Lebih Cepat

Marcio Teruel harus membatalkan rencananya untuk merayakan Natal di Malang bersama keluarga. Ternyata, keluarganya datang ke Malang hanya untuk menjemputnya pulang ke Brasil setelah mengakhiri kontrak dengan Arema lebih cepat.

Baru pada pertengahan November 2016, manajemen Arema mengumumkan akhir dari kebersamaan dengan Marcio, dengan menanggung biaya perawatan cederanya. Sialnya, Arema tak bisa mencari pemain pengganti mengisi satu slot pemain asing yang kosong lantaran pendaftaran pemain tengah musim sudah ditutup.