Rachmat Afandi, Legenda Arema dan 3 Fakta Menariknya

Rachmat Afandi, Legenda Arema dan 3 Fakta Menariknya
Rachmat Affandi (C) ONGISNADE

Selamat ulang tahun Rachmat Afandi! Penyerang kelahiran Jakarta, 5 April 1984 itu genap berusia 36 tahun (5/4/2020). Ada 4 fakta menarik yang tak banyak diketahui Aremania tentang si pemain, baik saat memperkuat Arema maupun kabar terbarunya kini.

Rachmat merupakan bagian dari skuad Singo Edan yang mengangkat trofi juara Indonesia Super League ISL) 2009-2010. Didatangkan Arema dari PSMS Medan, pemain bertinggi 172 cm itu lebih sering menjadi pemain cadangan.

Meski demikian, dalam semusim, Rachmat mencatatkan 23 laga (544 menit), cuma empat di antaranya dilakoni sebagai starter, dan 19 menjadi pemain pengganti. Pemilik jersey bernomor punggung 14 ini tercatat hanya empat kali bermain penuh 90 menit.

Berikut ini 3 fakta menarik Rachmat Afandi yang pernah memperkuat Arema.

1. Dua Gol untuk Arema

Sepanjang kariernya di ISL 2009-2010 bersama Arema, Rachmat Afandi bermain dalam 23 pertandingan. Dari sejumlah laga itu, pemain asli Jakarta ini mampu melesakkan dua gol untuk Arema.

Gol perdananya untuk Arema dibuat Rachmat pada pekan keenam ISL 2009-2010 (2/12/2009), di mana saat itu Arema menang 2-0 di kandang Pelita Jaya. Rachmat menyumbang salah satu gol kemenangan Arema di menit 84.

Sementara, satu gol lagi dibuatnya pada pekan ke-31, saat Arema menjamu Persisam Samarinda (16/5/2020). Arema menang 2-1, dan gol kedua Arema dilesakkan Rachmat di menit 65.

2. Pernah Memperkuat 4 Klub Besar

Tak banyak pemain di Indonesia yang dalam kariernya memperkuat empat klub besar Tanah Air, Persija Jakarta, Persib Bandung, Arema, dan Persebaya Surabaya. Namun, di antara sedikit pemain itu ada nama Rachmat Afandi.

Di masa muda, Rachmat merupakan didikan Persija junior, dan naik ke tim senior pada musim 2002, sebelum akhirnya hijrah ke Persebaya semusim kemudian. Pada musim 2011-2012, Rachmat kembali ke Persija hingga musim 2018, meski pada musim 2015 sempat merantau ke Mitra Kukar.

Sementara, masa-masa di Persib dilakoninya selama satu musim. Rachmat bermain di sana pada ISL 2010-2011, semusim setelah meninggalkan Arema.

3. Sempat Ingin Gantung Sepatu

Rachmat Afandi sempat menyatakan ingin gantung sepatu pada 3 Mei 2019, jelang Liga 1 2019 bergulir. Meski mengaku mendapat banyak tawaran bermain di Liga 2, namun tekadnya untuk pensiun sudah bulat dan memilih menjadi Asisten Pelatih.

Ada alasan khusus mengapa Rachmat berkeinginan seperti itu. Selain karena faktor usia, ingin lebih dekat dengan keluarga di Tangerang menjadi alasan terkuatnya.

Diakuinya, sebelum memutuskan berhenti dari dunia si kulit bundar, Rachmat sudah memiliki modal lisensi kepelatihan C AFC. Bahkan, Rachmat pun sudah punya niat untuk menaikkan level lisensi kepelatihannya tersebut.

Selamat ulang tahun Rachmat Afandi!