Arema Pulangkan Mario Gomez dan Trio Latin

Arema Pulangkan Mario Gomez dan Trio Latin
Mario Gomez (C) DANI KRISTIAN

Arema mengambil kebijakan penting di tengah ketidakpastian kompetisi Liga 1 2020 karena pandemi covid-19 (virus corona). Mereka memulangkan pelatih kepala, Mario Gomez dan trio Latin, Matias Malvino, Jonathan Bauman, dan Elias Alderete.

Mereka berempat diizinkan untuk mencari tiket pulang ke negara masing-masing, Argentina dan Uruguay (Matias). General Manager Arema, Ruddy Widodo menyebut langkah ini juga demi alasan agar mereka bisa berkumpul dengan keluarga sebelum negaranya menerapkan lock down.

Jika Argentina dan Uruguay sudah menerapkan lock down, tentu mereka tidak bisa pulang ke negara masing-masing untuk bertemu dengan keluarga di tengah pandemi virus corona. Ruddy menyebut, ketimbang nasib mereka terkatung-katung di tengah ketidakpastian kompetisi, pulang adalah jalan terbaik.

“Kami menyarankan para pelatih dan pemain asing untuk pulang kampung saja. Kami sudah meminta mereka menghubungi Kedutaan Besar negara masing-masing di Indonesia untuk menanyakan kepastian bisa atau tidaknya mereka pulang,” kata Ruddy.

Beda dengan Mario Gomez dan Trio Latin, Dua Pelatih Memilih Bertahan

Beda dengan Mario Gomez, Matias Malvino, Jonathan Bauman, dan Elias Alderete, dua pelatih asing lainnya, Marcos Gonzalez dan Felipe Americo tak ingin pulang. Keduanya masih bertahan di Indonesia menikmati “libur panjang”.

Skuad Arema saat ini sudah diliburkan sekitar satu bulan dari segala aktivitas usai Liga 1 2020 dihentikan sebagai dampak corona. Ruddy tak masalah jika Marcos dan Felipe memilih tak pulang ke Argentina dan Brasil menyusul Gomez, dan tiga pemain asing lainnya.

“Saat ini, pelatih dan pemain asing yang akan pulang tinggal menunggu kepastian jadwal tiket penerbangan,” imbuh manajer berkaca mata ini.

Tak Khawatir dengan Kepulangan Mereka

Ruddy Widodo mengaku tak khawatir kepulangan pelatih dan pemain asingnya berdampak pada persiapan tim jika kompetisi dilanjutkan lagi. Sejauh ini kelanjutan Liga 1 2020 juga bergantung pada status tanggap darurat yang ditetapkan Pemerintah RI sampai 29 Mei.

“Kami tak khawatir, karena sebagian besar pelatih asing dan pemain asing klub lain juga memilih pulang,” pungkasnya.