Arema Tak Berpikir Liga 1 2020 Tak Diizinkan karena Ada Muatan Politis

General Manager Arema: Masak Pilkada Diizinkan, Liga 1 2020 Tidak?
Ruddy Widodo (C) AKAIBARA

Ada dugaan Liga 1 2020 tak diizinkan karena ada muatan politis. Namun, General Manager Arema, Ruddy Widodo tak sampai berpikir ke arah situ.

Awalnya, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tak mengizinkan kompetisi digelar 1 Oktober dengan alasan angka persebaran covid-19 masih tinggi. Lalu, ada alasan tambahan karena pihak kepolisian mau fokus mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada 9 Desember.

Namun, Ruddy melihat bukan cuma sepak bola saja yang izinnya tidak keluar. Yang diketahuinya, kepolisian juga tak mengeluarkan izin untuk gelaran olahraga lainnya, seperti basket, bahkan berkuda.

“Saya pikir tidak keluarnya izin dari kepolisian untuk Liga 1 2020 ini tidak ada muatan politis atau sejenisnya. Sebab, yang saya tahu IBL (Indonesia Basketball League) yang izinnya sudah keluar ternyata dicabut lagi. Jadi, saya pikir alasannya murni karena Pilkada itu. Kecuali kalau yang tidak diizinkan cuma sepak bola saja, baru kami menaruh curiga,” kata Ruddy.

Liga 1 2020 Tak Diizinkan, Arema Tak Menyalahkan Siapa pun

Ruddy Widodo menegaskan, pihaknya tak menyalahkan siapa pun atas ditundanya Liga 1 2020 ini. Namun, manajer asal Madiun itu berharap semua bisa segera terselesaikan, sehingga kompetisi bisa diputar kembali.

Kabarnya, dalam waktu dekat, ada pertemuan antara PSSI dengan pihak Polri untuk membahas kelanjutan Liga 1 2020. Harapannya, ada hasil positif dari pertemuan tersebut.

“Kami tidak menyalahkan seseorang, atau siapa pun, meskipun penundaan itu hanya selang dua hari sebelum kick-off Liga 1 2020 dimulai lagi. Kami hanya berharap segera ada kabar baik tentang kelanjutan kompetisi ini,” tegasnya.