Liga 1 2020 Berubah Format, Begini Sikap Arema

Sesi latihan Arema (C) DANI KRISTIAN

Ada wacana lanjutan Liga 1 2020 berubah format untuk lebih menyingkat waktu penyelenggaraannya. General Manager Arema, Ruddy Widodo menyatakan sikapnya merespons hal ini.

Perubahan format kompetisi itu sangat memungkinkan dilakukan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Liga 1 2020 yang tadinya berformat round robin (semua tim peserta bertemu secara home-away) bisa diubah ke-18 tim peserta dibagi ke dalam sejumlah grup, lalu ada babak semifinak, dan final layaknya turnamen.

Ruddy menilai format tersebut kurang adil, karena tiap klub tidak bisa menjajal melawan semua tim peserta. Menurutnya, juara sejati adalah tim yang bisa meraih hasil positif menghadapi semua tim yang mengikuti kompetisi.

“Yang ideal memang format kompetisi penuh itu, semua tim peserta saling bertemu. Kami menolak keras kalau kompetisi dibagi wilayah-wilayah seperti dulu. Itu kalau kondisinya normal,” kata Ruddy.

Liga 1 2020 Berubah Format Tak Masalah

Ruddy Widodo menyebut, dalam kondisi pandemi covid-19, sesuai dengan titel kompetisinya, Extraordinary League, maka tak masalah jika Liga 1 2020 dilanjutkan dengan format berbeda. Yang terpenting menurutnya tetap harus ada kompetisi.

Wacana perubahan format ini sangat mungkin dilakukan karena pendeknya waktu pelaksanaan, di mana Maret 2021 harus segera diakhiri, mengingat bulan berikutnya PSSI harus menyiapkan diri untuk gelaran Piala Dunia U-20 2021.

“Bagi Arema, yang terpenting kompetisi musim ini bisa berjalan lagi. Kan aneh jika Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia, tapi tidak ada kompetisi yang bergulir di musim tersebut. Kami tak masalah format kompetisinya berubah, namanya juga extraordinary,” tandasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.