Teguh Amiruddin Menjadi Pelatih Goalkeeper School Indonesia

Teguh Amiruddin Menjadi Pelatih Goalkeeper School Indonesia
Teguh Amiruddin (C) DANI KRISTIAN

Teguh Amiruddin menjadi pelatih kiper di Sekolah Sepak Bola (SSB) bernama Goalkeeper School Indonesia (GSI). Aktivitas itu dijalaninya di saat masih aktif menjadi kiper Arema di Liga 1 2020.

Awalnya, Teguh diajak kiper senior, Yanuar Tri Firmanda untuk mendirikan SSB khusus kiper, karena di Malang masih belum ada. Selain Teguh, bergabung pula kiper-kiper senior sebagai pelatih seperti Ferdiansyah dan Galih Firmansyah, yang berkomitmen untuk bersama-sama merintis GSI.

Mereka kemudian membuat iklan perekrutan siswa melalui media sosial, dan juga meminta bantuan para pemain Arema yang sudah punya nama untuk turut mengiklankan di media sosial pribadinya. Menurutnya, hadirnya GSI disambut baik oleh masyarakat.

“Animonya bagus, sudah ada 15 siswa sekarang. Banyak yang bertanya prospek ke depannya, kita jelaskan, siswa kita didik sampai menjadi pemain, kalau bagus nanti kita salurkan. Itu tergantung anaknya mau tidak, dan bisa bersaing apa tidak di tim profesional,” ungkap Teguh kepada WEAREMANIA.

Suka Duka Teguh Amiruddin Menjadi Pelatih

Teguh Amiruddin menceritakan suka dukanya menjadi pelatih kiper di GSI. Menurut pemain berusia 27 tahun itu, senang menjalani aktivitas tersebut, meski kadang butuh ketelatenan.

Yang membuatnya senang adalah bisa berbagi ilmu sebagai penjaga gawang dengan adik-adik calon kiper di masa depan. Dengan berbagi, menurutnya ilmu yang didapatkannya sepanjang karier sepak bola bisa bermanfaat.

“Kalau dukanya, kita harus banyak-banyak bersabar, karena ada siswa yang sama sekali belum tahu teknik kiper. Karena belajar mulai nol, maka harus sabar-sabar menjelaskan satu-satu bagaimana cara yang benar, harus dipraktikkan juga, ikut kotor-kotor bareng di lapangan,” imbuhnya.

Tidak Ada Syarat Khusus untuk Ikut GSI

Teguh Amiruddin menjelaskan, tidak ada syarat khusus untuk menjadi siswa GSI. Hanya saja, ada biaya administrasi semacam SPP yang harus dibayarka orang tua siswa.

“Tidak ada syarat khusus, pokoknya ada minat dan kemauan dari diri sendiri, tidak ada paksaan, pasti kita terima. Dengan membayar SPP, mereka berkesempatan belajar banyak ilmu bagaimana menjadi seorang penjaga gawang,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.